A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

“Blusukan Pangan” Program Edukasi Kreatif Diversifikasi Pangan Tim IPB di Desa Giyanti Candimulyo

BPPKP/ Candimulyo Berita Terkini

Program “Blusukan  Pangan”  adalah program  edukasi  kreatif  penerapan  diversifikasi pangan ala “Kembang Krisan”  (Kreasi Masakan Mama Peduli Pangan Lokal  Nusantara) yang dilaksanakan oleh tim dari Institut Pertanian Bogor yang terdiri dari Indah Widia Ningsih (Gizi Masyarakat-Ketua), Abdul Aziz (Ilmu dan Teknologi Pangan), Crisna Murti (Ilmu Keluarga dan Konsumen), Dika Rahmat Saepulloh (Fisika), dan Prisca Yoko Putri (Agronomi dan Hortikultura).

Kegiatan Blusukan Pangan ini dilaunching pada hari Minggu 10 April 2016 dan ditutup pada hari Selasa 31 Mei 2016 di Desa Giyanti, Kabupaten Magelang. Program ini diawali dengan survey lapang, pengumpulan informasi, analisis dan pre-evaluasi. Kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam program ini diberikan melalui kegiatan tatap muka, pengarahan dan diskusi, serta praktikum memasak. Selain itu, dilakukan tindakan penyuluhan, edukasi cara pengolahan, penyajian makanan berbasis bahan lokal serta perhitungan nilai zat gizi dari makanan tersebut. Pelaksanaan program Blusukan Pangan dibantu dengan media cetak berupa poster, leaflet, dan buku instrumen “Kembang Krisan”. 

Masyarakat Desa Giyanti sebagian besar mengusahakan lahan pertanian berupa persawahan. Namun, pekerjaan sebagai petani maupun buruh tani dengan lahan sawah yang dimiliki belum bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Faktor ekonomi ini dianggap sebagai salah satu penyebab utama yang berpengaruh terhadap pola konsumsi pangan yang baik atau tidak. Padahal sumber bahan pangan yang berasal dari lahan pertanian bisa dioptimalkan dan diandalkan sebagai sumber pangan yang  sehat dan terjangkau. Pengetahuan, sikap dan keterampilan  yang minim akan pertanian dan pemanfaatan bahan pangan lokal atau hasil  pertanian yang berpotensi di daerah menjadi kendala. Salah satu penyebabnya adalah karena minimnya  program edukasi atau  penyuluhan kepada masyarakat oleh pihak pemerintah ataupun pihak luar yang peduli dengan pertanian.  

Hasil dan manfaat dari program ini bagi masyarakat Desa Giyanti adalah : 
  1. Mengerti arti dan pentingnya  diversifikasi pangan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah berbasis bahan lokal yang sesuai Pedoman Gizi Seimbang (PGS).
  2. Mengetahui dan memahami  satuan penukar suatu bahan pangan terhadap  bahan  lokal sumber  karbohidrat, protein hewani, protein  nabati, sayur dan buah. 
  3. Menerapkan diversifikasi pangan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah berbasis bahan lokal sesuai Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dalam rumah tangga. 
Manfaat kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta perubahan sikap mengenai  bahan  pangan lokal, cara  pengolahan, penyajian, dan kandungan  nilai  gizi  dari  makanan tersebut. Selain itu masyarakat diharapkan dapat  menerapkan konsep penganekaragaman pangan berbasis pangan lokal dalam rumah tangga sehingga pada akhirnya program ini dapat mendukung ketahanan dan kemandirian pangan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Dalam jangka  panjang,  program ini  diharapkan  mampu menjadi pelopor jasa  dan model pendidikan penganekaragaman/diversifikasi pangan berbasis  bahan lokal Indonesia dengan cara kreatif dan aplikatif melalui instrumen “Kembang Krisan”. Program ini secara  keseluruhan diharapkan dapat mendukung ketahanan dan kemandirian pangan, baik di tingkat regional maupun nasional.

Grand Launching Program Blusukan Pangan

Bertempat di Balai Desa Giyanti, Tim PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Launching Programnya yang bernama “Blusukan Pangan”, Minggu (10/4/2016).

Program ini dirintis oleh sekelompok mahasiswa IPB yang terdiri dari Indah Widia Ningsih (Gizi Masyarakat-Ketua), Abdul Aziz (Ilmu dan Teknologi Pangan), Crisna Murti (Ilmu Keluarga dan Konsumen), Dika Rahmat Saepulloh (Fisika), dan Prisca Yoko Putri (Agronomi dan Hortikultura). Kegiatan ini diberi judul “Blusukan Pangan : Edukasi Kreatif Diversifikasi Pangan Ala Kembang Krisan di Desa Giyanti, Magelang dalam Upaya Mendukung Ketahanan dan Kemandirian Pangan”.

Setelah senam sehat bersama dan istirahat sejenak dengan hidangan sederhana yang disediakan, ibu – ibu segera duduk dengan rapi. Acara dibuka dengan hangat oleh Crisna sebagai Master of Ceremony (MC) pada pukul 08.30. Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Prisca mengubah suasana menjadi khidmat kala itu. Selanjutnya, sambutan diisi secara berurutan oleh Indah selaku ketua pelaksana, Ibu Muji Ningsih selaku perwakilan kegiatan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), dan Bapak Khusen selaku Kepala Desa Giyanti, Kecamatan Candimulyo. Turut menghadirkan pula Bapak Siswanto sebagai Kepala Dusun Giyanti, Desa Giyanti. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengenalan tim dan pengenalan singkat gambaran umum program.

Program dengan sasaran ibu – ibu yang tergabung dalam kegiatan PKK ini akan dilaksanakan pada bulan April hingga Mei 2016 dengan pertemuan efektif sebanyak delapan kali. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan terkait Pedoman Gizi Seimbang (PGS), penganekaragaman pangan berbasis sumberdaya lokal, dan melakukan praktik langsung mengolah berbagai bahan pangan lokal menjadi aneka kreasi sajian khas yang nikmat. Di akhir program, akan di-release modul “Kembang Krisan” (Kreasi Masakan Mama Peduli Pangan Lokal Nusantara) yang berisi keseluruhan materi program.

Bapak Khusen selaku kepala desa secara resmi me-launching program Blusukan Pangan ini diiringi dengan mengucap basmallah bersama – sama. Acara ditutup sekitar pukul 10.00. 

Pada awal kegiatan ini dilaksanakan pula  pengukuran tinggi dan berat badan secara bergiliran. Berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), sebaran status gizi peserta PKM-M Blusukan Pangan cukup baik. Yang berstatus gizi normal sebesar 37%, yang berlebih sebesar 57%, sedangkan yang berstatus gizi kurang hanya sebesar 6%. Kemudian dilanjutkan pula dengan pre-test terkait pengetahuan, sikap, dan praktik gizi dari peserta program.  Setelah itu dipaparkan materi tentang Pedoman Gizi Seimbang (PGS), peserta mulai mengetahui bahwa tiap jenis makanan memiliki porsi/ ukuran tertentu untuk menunjang kesehatan tubuh. Setelah dipahamkan terkait Satuan Penukar, peserta mulai mengerti bahwa ternyata memakan sepiring nasi sama dengan memakan satu potong ubi jalar secara kalori.
Dalam kegiatan ini diperkenalkan pula istilah diversifikasi pangan, meski kata tersebut baru saja diperkenalkan dan dijelaskan, peserta akhirnya memahami pentingnya penganekaragaman pangan yang berasal dari bahan lokal. Tidak hanya untuk kebutuhan gizi, tetapi juga untuk membantu pemerintah menekan impor beras dan gandum.

Grand Clossing Program Blusukan Pangan

Pada hari Selasa 31 Mei 2016 bertempat di Balai Desa Giyanti, Tim PKM-M (Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyelenggarakan Grand Clossing Program Blusukan Pangan. 

Acara dibuka dengan hangat pada pukul 14.00 dilanjutkan  Pembacaan ayat suci Al Quran oleh Gina mengubah suasana menjadi khidmat kala itu. Selanjutnya, sambutan diisi secara berurutan oleh Indah selaku ketua pelaksana. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran Program Blusukan Pangan dari April sampai dengan Mei 2016 dan berharap bahwa kegiatan ini tidak berhenti cukup sampai disini tapi bisa berkembang sehingga bisa ikut mendukung kemandirian pangan Indonesia. Sambutan berikutnya adalah sambutan Bapak Khusen Kepala Desa Giyanti, beliau mohon maaf kepada tim dari IPB atas segala kesalahan serta mengucapkan terim kasih telah ikut membantu menambah pengetahuan dan keterampilan ibu – ibu dalam pemanfaatan hasil pertanian. 

Pada kesempatan itu juga Penyuluh Pertanian Desa Giyanti Hafid Adi Nugroho berkenan hadir dan ikut mengucapkan terima kasih karena dengan adanya kegiatan ini telah membantu meringankan tugas penyuluh untuk memperkenalkan diversifikasi pangan dan pangan yang Bergizi, Beragam, Seimbang dan Aman. Dengan adanya kegiatan ini ibu – ibu Desa Giyanti telah berperan serta berpartispasi dalam mendukung pencapaian Sukses Kementerian Pertanian yaitu peningkatan diversifikasi pangan dengan mengembangkan dan mengolah hasil panen dari umbi – umbian lokal seperti talas/ kimpul, singkong, midra, suweg, mberut/garut, ganyong dan umbu – umbian lainnya. Pada kesempatan itu pula PPL berharap bahwa hasil dari kegiatan ini terutama pengembangan tanaman umbi – umbian lokal dan pengolahannya bisa berkelanjutan sehingga sedikit banyak bisa mengurangi konsumsi beras dan gandum di tingkat keluarga.

Dalam kesempatan ini pula diadakan lomba olahan hasil pelatihan dengan menggunakan bahan – bahan lokal yang setelah dicicipi ternyata rasanya ehmm mamma mia lezatos hehehe.