A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

BPP NGABLAK MENJALIN KEMITRAAN DENGAN SWASTA

Parjo, SP – Penyuluh Pertanian BPP Kec. Ngablak Informasi Publik


Kemitraan dari kata dasar mitra yang artinya pasangan kerja, kawan kerja, jalinan kerjasama, pengertian lain mitra adalah teman atau sahabat  maka kemitraan dapat diartikan sebagai persahabatan. Dalam pembangunan pertanian petani menduduki peran yang sangat penting  profesi yang satu ini sering disebut  sebagai pelaku utama. Sebagai pelaku utama  tentunya  membutuhkan mitra atau pasangan kerja terutama dalam hal pemasaran hasil. Disektor hulu mulai dari penyiapan sarana produksi, subsistem budidaya, panen dan pasca panen  petani sangat kuat untuk mengejar produksi dan produktivitas. Namun disektor hilir bagaimana memasarkan hasil dan menentukan harga pasar  sering mengalami kendala terutama saat  panen besar terjadi. Ketika panen raya harga sering jatuh karena  suplainya banyak sementara tingkat konsumsi tetap.  Mau tidak mau petani akan melepas barang  walaupun dengan  harga  yang kurang layak terutama pada produk sayuran yang relatif tidak tahan simpan. Idealnya disektor hulu petani harus kuat  sementara disektor hilir juga tidak boleh ditinggalkan sehingga harapannya produksi tinggi  dengan  harga yang layak.   Dengan cara demikian  pendapatan dan keuntungan akan dapat dinikmati oleh petani dan keluarganyai.  Untuk itu kemitraan merupakan bagian dari solusi untuk mengatasi jatuhnya harga pasar produk pertanian.

Kemitraan Yang Telah Dibangun

Ada beberapa perusahaan mitra yang telah menjalin kerjasama dengan petani melalui kelembagaan tani diantaranya penanaman kentang varietas  atlantis, dan cabai  dengan Indo Food Sukses Makmur dimana perusahaan mitra membeli  produksi yang telah dihasilkan sesuai dengan kesepakatan harga pasar. Semua barang yang masuk kriteria akan dibeli oleh perusahaan mitra. Selain komoditas kentang dan cabai pengembangan komoditas bawang putih di dataran tinggi Kecamatan Ngablak  juga dilakukan kemitraan,  setidaknya ada 2 perusahaan mitra yang telah melakukan  kerjasama dengan kelompok tani untuk tanam  sayuran  bumbu ini. Perusahaan mitra ini diantaranya adalah PT Sentosa Indo Permata dan Perusahaan PT Teguh Indorinta Orpit. Masing masing melakukan kerjasama penanaman bawang Putih seluas  25 hektar dan 21 hektar. Ini baru tahap awal penentunya adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani dan perusahaan mitra untuk saling membangun kerjasama dan saling menguatkan.  Kemitraan ini merupakan kemitraan dalam hal  pemberian sarana produksi bagi petani bawang putih dan pendampingan teknologi budidayanya. Sarana produksi tersebut antara lain  bibit bawang putih siap tanam , mulsa plastik hitam perak, pupuk an organik dan pestisida. Sesuai dengan MOU yang ditandatangani Ketua kelompok tani dan  perusahaan mitra porsi pembagian hasil  80% untuk petani dan 20% untuk perusahaan mitra. Perusahaan lain yang menaruh kepercayaan kepada petani sayuran dataran tinggi Kecamatan Ngablak yakni PT BISI  Internasional TBK yang telah sepakat mengadakan perjanjian kerjasama pembenihan sayuran. Pembenihan sayuran yang dipilih adalah cabai keriting. Dimana petani menanam benih cabai induk  betina dalam kebun terisolasi dengan pagar screen dan atap plastik  yang disebut green hause ala petani.  Petani memproduksi cabai dalam bentuk benih yang akan dibeli oleh perusahaan mitra dengan harga  sesuai tingkat kemurnian. Kemurnian 100% Rp 625.000/kg ditambah bonus Rp 75 000,-/ kg. Kemurnian 99% dengan harga Rp 625.000/ kg dengan bonus Rp 25.000,-/ kg sedang kemurnian 96- 97,5% dengan harga Rp 625.000,-/ kg. Kemitraan membuat benih cabai hibrida ini tersebar di beberapa desa antara lain Desa Magersari, Keditan dan Desa Pandean.

Kebun BPP Sebagai Lahan Percontohan

Balai Penyuluhan Pertanian  ( BPP ) ditugasi untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan ketrampilan bagi petani dan keluarganya melalui jalur penyuluhan oleh penyuluh dengan berbagai metoda. Balai Penyuluhan Pertanian Paling Timur di Kabupaten Magelang ini dilengkapi  dengan berbagai  sarana dan prasarana  selain ketenagaan penyuluh, juga tersedia  gedung, Kebun, Peralatan dan penunjang lainnya. Seperti halnya BPP yang lain BPP ini juga sebagai pusat data dan  informasi pertanian, pusat pendidikan dan pelatihan serta  kemitraan bagi petani di tingkat kecamatan. Guna Meningkatkan pengetahuan , sikap dan ketrampilan bagi pelaku utama dan pelaku usaha diperlukan adanya suatu manajemen sehingga berjalan efetif dan efisien.  Manajemen adalah cara  untuk mencapai tujuan agar lebih mudah. Kantor sebagai home base nya penyuluh ini juga dilengkapi   Kebun percontohan  yang   notabene sebagai  kebun praktek,   merupakan bagian dari sarana penyuluhan yang dimiliki BPP untuk  mempertajam ketrampilan baik bagi penyuluh  maupun para petani. Kebun ini juga sebagai  alat peraga bagi petani dan sarana untuk diseminasi teknologi bagi petani dan keluarganya sehingga adopsi teknologi berjalan sebagaimana mestinya. Luas kebun BPP ini tidak lebih dari   200 M maka efektifitas penggunaannya menjadi hal yang sangat penting.  Kebun yang tidak luas  ini sementara digunakan untuk praktek pembuatan benih cabai hibrida kerjasama dengan PT Bisi Internasional TBK. Kegiatan yang dilakukan mulai dari persiapan lahan, olah tanah, tanam, pengendalian hama penyakit, penyiangan, polinasi, curing, panen dan proses menjadi benih. Hal yang sangat penting adalah menjaga kualitas hibriditas atau kemurnian dari benih yang dihasilkan. Bibit yang ditanam adalah induk betina maka tiap pagi hari melakukan persarian buatan.  Setiap bunga yang terbentuk dikawinkan dengan tepung benangsari yang didatagkan dari perusahaan mitra. Setiap bunga yang telah dikawinkan ditandai dengan memotong 1 helai mahkota bunganya agar tidak dikawinkan lagi.

Kerjasama Dengan Penyuluh  Swasta

UU RI No 16  Tahun 2016 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan ( SP3K ) menyatakan bahwa penyuluhan dilakukan  oleh penyuluh Pertanian( PNS ), Penyuluh Pertanian Swasta dan Penyuluh Pertanian Swadaya. Dalam upaya melakukan pelayanan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha diperlukan adanya  kerjasama dengan penyuluh  swadya maupun penyuluh swasta.  Banyaknya  jumlah rumah tangga petani yang tersebar diberbagai wilayah dusun dan desa dalam upaya untuk menjangkau dan mendesiminasikan teknologi dan informasi  diperlukan adanya kerjasama dengan penyuluh swadaya maupun swasta. Penyuluh swasta yang digerakkan oleh perusahaan memiliki mobilitas yang tinggi dan bekerja dengan disiplin ketat sesuai dengan kultur perusahaan modern. Sementara penyuluh swadaya selain trampil dalam pengetahuan teknis  juga selalu terjun dilapangan sebagai petani.  Penyuluh swadaya  juga lebih mampu menciptakan penyuluhan yang partisipatif sekaligus sebagai aktor yang aktif dalam memperkuat organisasi petani.  Selain sebagai pelaku utama dan juga pelaku usaha penyuluh swadaya ini selalu berada dilingkungan petani sehingga dengan mudah dapat ditemui oleh petani disekitarnya.