A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

KACANG HIJAU VARIETAS BARU TELAH DILUNCURKAN

BPPKP KAB. MAGELANG Berita Terkini


kacang hijau var Virna 2 dan 3Kacang hijau merupakan komoditas pertanian penting yang tidak asing lagi bagi masyarakat di Indonesia pada umumnya dan masyarakat Magelang khususnya. Sampai saat ini penggunaannya cukup luas di masyarakat. Sebagian masyarakt banyak memanfaatkan kacang hijau sebagai bahan utama industri makanan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu inovasi untuk menghasilkan varietas kacang hijau yang memiliki karakteristik berumur genjah dan hasil tinggi, menjadikan komoditas tersebut potensial untuk dikembangkan, baik di lahan sawah maupun di lahan kering.

Pada lahan kering, kacang hijau biasa ditanam sesudah padi gogo atau jagung. Pada daerah-daerah dengan keterbatasan tenaga kerja, varietas kacang hijau yang memiliki karakteristik masak serempak menjadi sangat penting.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melepas varietas kacang hijau Vima 2 dan Vima 3, sebagai varietas unggul kacang hijau yang baru pada sidang pelepasan varietas tanggal 11 Desember 2013.

Varietas Vima 2 memiliki beberapa keunggulan, diantaranya produktivitas di atas varietas pembanding Kutilang dan Vima 1. Potensi hasil mencapai 2,44 t/ha dan rata-rata hasil 1,80 t/ha, berumur genjah (56 HST), masak serempak, terindikasi toleran terhadap serangan thrips pada fase generatif karena bunganya tidak mudah rontok dan berhasil membentuk polong. Selain itu, dapat dikembangkan di beberapa daerah yang sebagian besar menyukai kacang hijau yang berwarna hijau mengkilap.

Kacang hijau varietas Vima 2 dengan silsilah MMC 342d-Kp-3-4 adalah keturunan persilangan tunggal antara induk varietas Merpati dengan tetua jantan VC 6307A.

Varietas Vima 3, dengan silsilah MMC 331d-Kp-3-4, adalah keturunan persilangan tunggal antara induk varietas Walet dengan tetua jantan MLG 716. Varietas ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain potensi hasil mencapai 2,11 t/ha dan rata-rata hasil 1,78 t/ha, beradaptasi luas, masak serempak, terindikasi tahan terhadap penyakit tular tanah di lapang ditunjukkan dengan persentase tanaman layu yang rendah, dan sesuai untuk kecambah.

Vima 3 dapat dikembangkan pada daerah sentra produksi yang menyukai jenis kacang hijau berwarna hijau kusam dan sebagian besar produknya digunakan untuk industri kue bapia. Daerah pengembangan lain adalah NTT yang biasa menggunakan varietas kacang hijau yang berwarna hijau kusam dan tanpa irigasi.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi