A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

KELOMPOK TANI MAGELANG BERPERAN AKTIF DALAM STABILISASI HARGA CABAI NASIONAL

SITI MUSTAMINAH PENYULUH PERTANIAN BPP KEC. SECANG Berita Terkini


Cabai, komoditas yang terasa khas pedas dalam rasapun tata kelolanya. Kadang komoditas ini melonjak tinggi tak terkendali sampai menjadi penyumbang inflasi kadang harganya jatuh sehingga petani hanya membiarkanya  di lahan karena tak mampu membayar ongkos petik.  Hal ini juga disadari pemerintah, bahwa menangani tata kelola cabai tidaklah mudah karena menyangkut beberapa faktor seperti Iklim, distribusi, serta stok tanaman. Masing-masing faktor harus dipetakan dan dikelola agar cabai dapat tersedia dalam harga yang memuaskan petani dan konsumen baik pada hari-hari biasa atau pun menjelang hari besar seperti saat ini karena cabai adalah komoditas yang menjadi salah satu primadona  parameter yang dipantau harganya pada hari-hari menjelang Ramadhan dan Idul Fitri bersama beras, telur, bawang merah dan, bawangputih.

Pemerintah sejak dahulu telah berusaha untuk dapat membuat skema tata kelola cabai yang berimbang dan antisipatif untuk melindungi konsumen dan petani secara bersama,tentu ini bukan hal yang mudah, tetapi sepanjang pemerintah memiliki konsistensi dan good will tentu nya hal ini bukanlah hal yang mustahil. 

PD Pasar Jaya Pasar Induk Kramat Jati adalah salah satu perusahaan daerah berplat merah yang berperan besar dalam tata kelola komoditas cabai karena harga Pasar Induk Kramat Jati menjadi acuan harga di seluruh Indonesia. Adalah suatu kehormatan karena pada tanggal 29 April 2018 rombongan dari Pasar Induk ini berkenan mengunjungi Gapoktan Giri Makmur di Desa Girikulon Kecamatan Secang Kabupaten Magelang sebagai salah satu sentra pemasok cabai nasional dengan di pimpino leh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Bapak Sandiaga Uno . Turut dalam rombongan perwakilan Dinas Perdagangan Provinsi DKI Jakarta, dan perwakilan para pedagang dari Pasar Induk Kramat Jati. Rombongan berkunjung untuk meninjau langsung Gapoktan Giri Makmur, kelompoktani yang di nilai berhasil mengelola anggotanya bertanam cabai sehingga menjadi salah satu daerah pemasok andalan untuk komoditas cabai di Pasar Induk Kramat Jati serta berdiskusi dengan para anggota kelompok tani agar para petani mendapatkan mekanisme pemasaran yang lebih pendek dan melindungi kepentingan para petani.

Diskusi dipandu oleh Bp. Eko Widhi Hermanto dari Dinas Pertanian dan Pangan Magelang dan di buka dengan paparan Champion cabai Kabupaten Magelang, Tunov Mondro Atmojo. Champion muda kelahiran tahun 1982 ini memaparkan bagaimana Kabupaten Magelang dapat memasok ke Pasar Induk Kramat Jati karena kelompok pembudidaya cabai  yang ada sudah memiliki jadwal tanam sehingga selalu memiliki stok sepanjang tahun, pada dataran tinggi petani diarahkan untuk bertanam pada musim penghujan sedangkan pada dataran rendah yang relative berpengairan petani diharapkan bertanam pada musim kemarau. Selanjutnya Campion ini juga mengemukakan pentingnya koordinasi antar kelompoktani agar kontinuitas cabai di daerah dapat terjaga. Dalam penjualan petani diharapkan dapat menyelenggarakan spot spot     lelang secara mandiri seperti yang sudah berjalan di kawasan cabai Kecamatan Secang dan Grabag. Hasil lelang poktan inilah yang kemudian dapat di pasarkan secara langsung ke Pasar Induk sehingga petani mendapatkan harga yang lebih baik.

Urgensi memperpendek rantai pemasaran dari kelompok ke Pasar Induk inilah yang menjadi titik diskusi dengan PD. Pasar Jaya.Bukan tanpa alasan, karena pemasaran kelompok ini membutuhkan kelengkapan dan mekanisme standar yang akan menjamin masing masing pihak dapat berperan secara adil dan berkelanjutan. Menurut Bp. Arif selaku direktur PD Pasar Jaya, mekanisme ini membutuhkan faktor modal, kesepahaman, sumber daya manusia serta sumberdaya pendukung lain agar kerjasama dapat berjalan secara berkelanjutan. Perencanaan juga harus juga menyangkut peran PD Pasar Jaya akan mengambil peran sebagai actor atau mediator, karena skema yang terbentuk akan berbeda .  Solusi jangka pendek, para petani baik itu individu maupun kelompok dapat berhubungan langsung dengan para pedagang komoditas cabai yang menjadi peserta rombongan dengan saling bertukar nomor kontak dan alamat.  Harapan para petani, pedagang, ataupun pihak pemerintah, pertemuan ini dapat menjadi awal sebuah kerjasama manis antar berbagai pihak dalam tata kelola cabai, diperlukan langkah lanjutan yang nyata agar rancangan kerjasama petani-pedagang ini dapat terwujut dengan baik.