A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

MARI MANFAATKAN PEKARANGAN KITA SEBAGAI KULKAS HIDUP

HAFID ADI NUGROHO, S.P PENYULUH PERTANIAN BPP CANDIMULYO Artikel

Pekarangan adalah sebidang tanah yang ada disekitar rumah. Pada jaman dahulu kita sering mendengar bahwa salah satu pemanfaatan pekarangan adalah sebagai warung hidup dan apotik hidup.

Warung hidup sendiri secara sederhana pengertiannya adalah kita memanfaatkan pekarangan sebagai warung atau penyedia kebutuhan kita dengan menanam tanaman mulai dari sumber pangan, buah – buahan dan bumbu – bumbuan, sedangkan apotik hidup adalah memanfaatkan pekarangan sebagai sumber obat – obatan dengan cara menanam tanaman – tanaman obat.

Seiring perkembangan jaman sekarang pekarangan tidak cukup hanya dimanfaatkan sebagai warung dan apotik hidup tapi berkembang menjadi kulkas hidup. Kenapa kulkas hidup? Karena dikulkas kita bisa menyimpan hasil dari warung dan juga dari apotik plus hasil lain yang berupa bahan pangan sumber protein hewani.

Bagaimana cara memanfaatan pekarangan sebagai kulkas hidup?

Salah satu caranya yaitu dengan akuaponik. Akuaponik adalah pertanian organik skala rumah tangga yang mengkombinasikan bertanam tanpa media tanah dan akuakultur untuk meningkatkan ketangguhan dan ketahanan pangan.

·               Siklus akuaponik yaitu sebagai berikut:

1.    Tanaman menyaring air, air bersih kembali kekolam

2.    Ikan yang dibudidayakan menghasilkan limbah

3.    Limbah ikan akan diubah bakteri menjadi nitrat sebagai penyubur tanaman

·               Mengapa Akuaponik?

1.    Jumlah lahan pertanian, perikanan semakin berkurang

2.    Minimnya ketersediaan air

3.    Beragam aktivitas manusia mengurangi kesuburan tanah yng berdampak pada gagal panen

4.    Diprediksi kebutuhan pangan akan semakin meningkat sementara ketersediaan pangan tidk menentu

·               Kelebihan Akuaponik :

1.    Mengurangi pengeluaran rumah tangga

2.    Panen ganda, sayuran dan ikan dalam satu waktu pemeliharaan

3.    Tidak perlu belanja setiap hari

4.    Hasil panen lebih segar

5.    Menghasilkan sayuran organik

6.    Bisa dibuat dilahan sempit

7.    Akuaponik bisa dibuat semi permanen sehingga mudah dipindahkan

8.    Tidak butuh banyak air dibanding pertanian organik

9.    Ramah lingkungan dan menambah estetika lingkungan

10. Sebagai sarana edukasi 

·               Tips akuaponik

Ø  Kolam Ikan

1.    Kolam ikan tidak harus permanen, bahkan dengan ember pun bisa

2.    Ketinggian air untuk lele 60 – 100 cm, nila 1 meter, gurami 1 meter

3.    Menguras kolam/ wadah secara rutin dengan mengeluarkan 1/3 volume kolam dan isi kembali dengan air

4.    Padat tebar adalah 1 liter air 1 ekor lele ukuran lele 1kg isi 20 ekor

Ø  Perawatan Ikan

1.    Beli bibit langsung dari pembenihnya dan pilih bibit yang sehat satu induk, satu umur, satu ukuran untuk mencegah kanibalisme

2.    Jenis ikan yang direkomendasikan lele 9 – 12 cm, nila 9 – 12 cm, gurami 9 – 10 cm

3.    Beri pelet 2x sehari pagi dan sore ditempat yang sama, jangan beri pakan setelah hujan turun

4.    Standar pemberian pakan perhari adalah 3% x total berat ikan. Misal untuk 20 kg lele pemberian pakan 3%x20 kg = 0,6 kg sehingga pemberian pakan 3 ons pagi 3 ons sore

5.    Pilih pelet dengan kadar protein minimal 25% dan disesuaikan dengn ukuran mulut ikan

Ø  Perawatan Tanaman

1.    Jenis tanaman yang direkomendasikan yaitu tanaman yang berakar pendek

2.    Media yang baik adalah sabut kelapa, pecahan genteng/ bata, arang, akar pakis

3.    Setelah panen tanaman, media tanam dibongkar dan ditata kembali

Untuk praktek Akuaponik kali ini akan kita coba dengan memanfaatkan barang – barang bekas dengan model rakit apung

Bahan untuk 1 unit :

1.    Ceting 2 buah

2.    Botol air mineral bekas, untuk ukuran 1,5 liter 2 buah. Jika menggunakan 600 ml butuh 4 buah

3.    Arang kayu sebagai media

4.    Bibit tanaman

5.    Kawat/ Tali rafia

Alat :

1.    Pisau

2.    Gunting

3.    Alat pelubang

Cara membuat adalah botol diikat disamping mengelilingi ceting sedemikian rupa sehingga akan membuat ceting mengapung ketika dimasukkan kedalam air.

Selanjutnya masukkan arang kayu sebagai media tanam, kemudian masukkan bibit tanaman dimedia tersebut

Akuaponik model rakit apung siap meluncur !!!

Selamat mencoba !!!