A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

MEKANISASI DAN MODERNISASI PERTANIAN

BPPKP/pakis Berita Terkini

MEKANISASI DAN MODERNISASI PERTANIAN 
Oleh : Parjo, SP- Penyuluh Pertanian Madya BPPK Pakis.

Program swasembada pangan padi, jagung dan kedelai  melalui upsus pajale dan upaya peningkatan produksi  pada komoditas penting lainnya seperti cabai, bawang merah , gula dan ternak sapi  mendapat perhatian yang  sangat serius dari pemerintah.  Dengan harapan  agar peningkatan produksi  tujuh  komoditas utama tersebut dapat tercapai  dengan tepat. Guna mendukung hal tersebut pemerintah telah dan akan mengalokasikan anggarannya untuk belanja barang guna memperbaiki mekanisasi pertanian bagi petani berupa  alat alat mesin pertanian ( Alsintan ).  Mekanisasai pertanian menurut kamus besar bahasa Indonesia  diartikan sebagai  penggantian dan  penggunaan tenaga mesin dan sarana sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan.  Semula menggunakan  tenaga kerja manusia dan hewan dengan teknologi tradisional secara gradual digantikan dengan tenaga mesin. 
 Modernisasi pertanian yang telah dan akan diterapkan merupakan bagian dari tekad pemerintah untuk kesejahteraan dan kemandirian masyarakat utamanya petani. Modernisasi diartikan sebagai proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga msyarakat untuk dapat hidup sesuai dengan  tuntutan masa kini. Pembangunan pertanian dengan teknologi yang selalu berkembang kepraktisan dan peningkatan hasil produksi akan lebih cepat dicapai apabila pelaku utama mengadopsi teknologi dibanding cara cara tradisional. Alat mesin pertanian yang diberikan kepada kelompok tani diantaranya  alat mesin tanam, alat mesin panen, alat pengolah tanah, mesin power sprayer, mesin penggiling padi, mesin pencacah rumput, alat mesin pengolah pupuk organik dan lainnya.
Bantuan alat mesin pertanian oleh pemerintah merupakan satu program unggulan untuk mempercepat tercapainya mekanisasi pertanian di Indonesia. Program unggulan dapat diukur dari 3 hal diantaranya dapat mengatasi masalah, tidak menimbulkan masalah baru, dan mampu memberikan harapan pada masyarakat utamanya petani.

Mengatasi masalah 
Industrialisasi yang sedang dan akan berjalan telah membuka peluang yang  luas untuk berkarir  bagi generasi muda dan  angkatan kerja pada sektor tersebut. Tidak sedikit generasi muda terdidik  meninggalkan keluarganya, meninggalkan kampung halamannya dan meninggalkan desanya untuk berkarir  di perusahaan-perusahaan  kota besar. Tenaga kerja trampil juga melakukan urbanisasi untuk mengadu nasib bekerja disektor informal pedagang kaki lima, buruh bangunan, angkutan dan sektor jasa  lainnya. Keindahan kota yang  gemerlapan, sarana dan prasarana yang hampir sempurna, dan banyaknya uang yang beredar ditempat tersebut bagaikan magnet yang banyak menarik tenaga manusia untuk melakukan urbanisasi. 
Disisi lain, dalam dunia pertanian ketika terjadi panen raya dan saat pengolahan tanah  dan  tanam serempak memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak sementara itu jumlah tenaga kerja yang ada terbatas. Dengan alat mesin pertananian ini maka masalah kurangnya  jumlah tenaga kerja dipedesaan dapat diatasi. 
Didaerah pedesaan  angkutan sarana produksi, angkutan hasil panen sering menjadi kendala. Alsintan berupa traktor sering digunakan petani untuk mengangkut sarana produksi, peralatan pertanian dan hasil panen. Dengan penerapan alsintan yang tepat akan mampu membantu dan memberi kemudahan para petani pengguna sekaligus dapat meningkatkan produksi baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Alsintan juga meningkatkan kemampuan kerja petani sehingga dapat menggantikan puluhan bahkan ratusan tenaga kerja manusia. Sifatnya yang mobil dapat digerakkan dimana tempat yang membutuhkan.

Tidak menimbulkan masalah baru
Perubahan paradigma, perubahan penggunaan alat dari manual menjadi bermesin diperlukan  adanya penyesuaian. Terutama berkaitan dengan tenaga operator, perbengkelan, pemeliharaan, suku cadang,  jalan usahatani guna memudahkan  alat mesin sampai ke lahan, pengelolaan pengairan agar lahan yang akan diolah air sudah tersedia, penataan atau konsolidasi  lahan  dengan maksud alat mesin pertanian yang diadopsi dapat diadaptasikan dengan keadakan lebar petakan, dan  topografi lahan. Tenaga operator mesin alat pertanian perlu adanya pelatihan dan pendampingan serta peningkatan wawasan tentang alsintan. 
Para operator alsintan diharapkan akan trampil cara menggunakan, cara perawatan,  dan perbaikan termasuk penggantian suku cadang. Bantuan alat mesin pertanian hendaknya juga didahului oleh study kelayakan dan menggunakan azas selektivitas  sehingga kompatibel dengan wilayah setempat. Study kelayakan dan azas selektivitas diperlukan dengan harapan alat yang diberikan berdayaguna berhasil guna dan tidak mangkrak. 

Memberi harapan pada masyarakat.
Penggunaan alat mesin pertanian mampu memberikan harapan baru antara lain  mengatasi masalah berkurangnya tenaga kerja pedesaan terutama ketika terjadi panen raya, pengolahan dan tanam serempak , dapat berkerja cepat dan tepat waktu, meningkatkan efisien dan efektivitas, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, pengolahan tanah yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas lahan, mengurangi beban kerja petani.
Penggunaan alsintan untuk pemanenan dapat mengurangi kerusakan dan kehilangan hasil, mengurangi biaya tenaga kerja dan biaya produksi yang berdampak positif pada keuntungan usahatani, mengurangi kelelahan, kejenuhan, kebosanan tenaga kerja, dan  juga mampu menciptakan lapangan kerja baru. Lapangan kerja bagi operator, lapangan kerja bagi bengkel, lapangan kerja bagi penyedia BBM dipedesaan dan lapangan kerja lainnya.
Pembangunan pertanian yang mengadopsi alsintan tidak saja meningkatkan taraf hidup petani dan ,mengubah tipe usahatani dari subsistence farming menjadi commersial farming.  Tetapi juga akan mengubah persepsi  orang bahwa pertanian berhubungan dengan cangkul, bajak  sabit, kepanasan, kehujanan, kotor dengan lumpur dan sangat padat karya.
Persepsi itu akan  berubah menjadi pertanian yang menarik dan menyenangkan, aktivitas pengerjaan dengan waktu yang cepat, efektif, efisien dan menguntungkan.  Membajak dengan traktor, menanam padi dengan transplanter, petik padi dengan harvester, membajak, membedeng, membuat saluran, dan pendangiran dengan cultivator akan menarik bagi generasi muda untuk beragribisnis baik on farm maupun off farm.

Kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 )
Pada perusahaan perusahan non pertanian atau perusahaan besar pertanian aspek kesehatan dan keselamatan kerja mendapat perhatian yang besar. Propaganda, membudayakan  dan implementasi dari K3 banyak dilakukan dengan maksud untuk meminimalkan resiko kecelakaan kerja bahkan berusaha menekan sampai nihil. Semua butuh kesehatan dan semua butuh keselamatan dalam kerja termasuk para buruh tani, dan petani kecil. 
Ketika alat pengendali hama penyakit yang disebut sprayer baik yang otomatis maupun  semi otomatis diperkenalkan. Petani diberi wawasan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dalam penggunaan alat tersebut antara lain pemakai harus menggunakan  sepatu boot, masker, kacamata, celana panjang, kaos lengan panjang, topi selain itu perlu juga memahami cara memformulasikan pestisida, dosis pestisida, cara menggunakan, membaca arah angin dan adanya tidak merokok selama menggunakan alat, mencuci alat dan anggota badan dengan deterjen dan sebagainya. Dengan harapan petani aman, petani sehat, petani tidak terkontaminasi dengan pestisida kimia  akibat kecerobohan penggunaan alat. 
Penggunaan alsintan seperti power sprayer, dan mesin pertanian lainnya diperlukan adanya setandar operasional  prosedur dan ketaatan bagi pengguna agar resiko kerja dapat diminimalisir. Untuk itu wawasan tentang kesehatan dan keselamatan kerja sangat diperlukan dalam penerapan mekanisasi dan modernisasi pertanian bagi pelaku utama, operator alsintan, buruh tani dan petani kecil lainnya (Parjo,SP/ BPPK Pakis).