A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PEMBUATAN MOL NPK

HERPRABAYU TRISNANINGSIH PENYULUH PERTANIAN BPP KECAMATAN NGLUWAR Artikel

Mol adalah singkatan dari mikro organisme lokal yang artinya cairan yang terbuat dari bahan – bahan alami yang disukai sebagai media hidup dan berkembangnya mikro organisme yang berguna untuk mempercepat penghancuran bahan – bahan organik atau dekomposer dan sebagai aktivator atau tambahan nutrisi bagi tumbuhan yang sengaja dikembangkan dari mikro organisme yang tersedia di sekitar kita. Bahan-bahan yang digunakan adalah untuk  berkembangnya mikro organisme memerlukan kondisi lingkungan yang baik serta nutrisi yang cukup, untuk itu alam pengembangan mikro organisme diperlukan bahan-bahan yang kaya akan nutrisi dengan prinsip pemilihan bahan mudah didapat, mudah larut dan mudah hancur.

Sama halnya dengan pembuatan mol mojo, pembuatan mol NPK ini menggabungkan bahan-bahan yang mengandung unsur N, P dan K yang mudah  didapat, mudah larut dan mudah hancur. Bahan yang digunakan: daun kleresede/ gamal  (unsur N), sabut kelapa (unsur K) dan bonggol pisang ( unsur P ),air cucian beras/ air kelapa, tetes tebu

Adapun alat yang digunakan untuk pembuatan mol N P K adalah sebagai berikut:

1.    Ember kapasitas 50 l

2.    Kertas koran

3.    Tali rafia

4.    Kain saring

5.    Jerigen bersih/ botol bekas air mineral

6.    Pisau/ Parang

Sedangkan Bahan yang digunakan untuk membuat Mol NPK

1.    5 Kg daun gamal/ cleresede

2.    5 Kg Bonggol Pisang

3.    5 Kg Sabut Kelapa

4.    20 liter air cucian beras

5.    3 Liter tetes tebu

Tahapan pembuatan Mol N PK

1.    Menyiapkan ember kemudian memasukkan air cucian beras/ air kelapa, tetes tebu  ke dalam ember, kemudian diaduk sampai merata.

2.    Memasukkan daun kleresede/ gamal, bonggol pisang dan sabut kelapa yang sudah dipotong-potong ke dalam ember yang sudah berisi air cucian beras dan tetes tebu, kemudian aduk merata.

3.    Setelah itu tutup rapat dengan kertas koran dan diikat dengan tali rafia. Fermentasikan selama 15 hari. Setelah 15 hari, mol N P K siap dipanen/ digunakan sebagai decomposer dan pupuk organik cair. Sebelum digunakan, mol N P K disaring terlebih dahulu dengan kain saring, untuk memisahkan cairan dengan ampasnya kemudian simpan di dalam wadah yang bersih dan tertutup.

Cara Penggunaan

1.    Untuk pengomposan: 1 liter Mol  dicampur 5 liter air, tambahkan 1 ons gula merah dan aduk hingga rata, siramkan pada bahan organik yang akan dikomposkan hingga rata.

2.    Penggunaan pada tanaman : Penyemprotan dilakukan pagi/ sore hari dengan konsentrasi 1 liter mol ditambah dengan 10 liter air tawar, aduk hingga rata. Disemprotkan pada umur tanaman padi: 10, 20, 30, 40 HST dan fase akhir pembungaan (generatif).

3.    Pada tanaman sayur- sayuran: penyemprotan dilakukan seminggu 2 kali hingga panen

Sumber: Anonim, 2010. Modul Manual kompos 2010. NOSC,  Jawa Barat