A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

Peningkatan Kapasitas Petani melalui Pelatihan Peningkatan Produksi Pertanian di Kecamatan Windusari

BPPKP/BPPK Windusari Berita Terkini

Dalam rangka peningkatan kemampuan pelaku utama pertanian, Pemerintah Kecamatan Windusari melaksanakan kegiatan pelatihan di bidang pertanian pada hari Senin Tanggal 19 Desember 2016. Acara tersebut di ikuti oleh penyuluh swadaya dan ketua gapoktan  seluruh desa di Kecamatan Windusari. Kegiatan dilaksanakan di aula Kecamatan Windusari  dan di buka secara langsung oleh Camat Windusari Bapak. Syihabidin Ashodiqi, S. Sos. Sebagai narasumber kegiatan pelatihan tiga orang penyuluh pertanian BPPK KecamatanWindusari masing-masing  yang memiliki keahlian bidang Peternakan, Pertanian   dan  Perkebunan.
Kegiatan pelatihan dimulai pukul 09.00 setelah peserta melakukan registrasi.  Pembukaan acara dilakukan dengan menyayikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan sambutan Camat Windusari. Dalam sambutannya camat Windusari menyampaikan bahwa program swasebada pangan harus disukseskan dan di dukung oleh semua pihak. Bidang peternakan dan perkebunan juga harus terus dimotivasi agar bisa meningkat produksinya. Para petani harus melakukan budidaya pertanian dengan mengikuti bimbingan dari para penyuluh sehingga bisa lebih baik produksinya.

Acara selanjutnya materi pelatihan

Pembuatan Kolustrum buatan untuk ternak  kambing dan domba yang disampaikan oleh  Iwan Setiyatmoko, SPt.

Kolostrum dikenal sebagai susu pertama  yang dihasilkan pada akhir kebuntingan dan beberapa hari setelah melahirkan yang berfungsi memberikan kekebalan dan nutrisi pertumbuhan bagi cempe yang baru lahir. Jika induk melahirkan tidak bisa menghasilkan kolustrum maka bisa digunakan kolustrum buatan.
Bahan  :
  • 0,5 ltr susu sapi/kambing/susu bubuk
  • 1 sendok teh minyak ikan
  • 1 butir telur ayam kampung
  • 0,5 sendok makan gula pasir
Alat :
  • Botol dot
  • Mangkuk
  • Sendok
Cara pembuatan :
  1. Kocok telur ayam kampung beserta gula pasir
  2. Tambahkan minyak ikan kemudian dikocok lagi
  3. Tambahkan susu kemudian diaduk
  4. Kolostrum buatan siap digunakan
Materi teknik sambung pucuk pada tanaman kopi disampaikan oleh Wahyudi, SST
Tanaman kopi meruapkan tanaman perkebunan yang banyak ditanam oleh petani di Kecamatan Windusari. Namun demikian produktifitas tanaman kopi masih sangat rendah sehingga yaitu baru mencapai 3 ton/ha. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan keterampilan petani dalam budidaya tanaman kopi. Bibit tanaman kopi yang ada pun masih lokal sehingga produksinya rendah. Namun demikian bibit tanaman kopi lokal tidak harus diganti dengan bibit unggul yang baru, namun cukup dilakukan sambung pucuk dengan mengambil bibit kopi unggul yang diambil dari daerah lain. Alat yang digunakan sangat sederhana yaitu : pisau cuter, kantong plastik kecil dan tali rafia.
Sedangkan caranya adalah dengan memotong batang bawah yang akan disambung dan dibelah kira-kira 2 cm, kemudian mebuat sayatan meruncing pada bibit kopi unggul yang akan disambungkan.  Kemudian bibit kopi unggul tersebut diselipkan di belahan batang bawah dan ditali dengan rafia serta ditutup plastik. Setelah 21 hari biasanya jika memang berhasil akan muncul mata tunas dan plastik bisa dibuka.
Prinsipnya dengan teknik sambung pucuk adalah meningkatkan produksi tanaman kopi lokal menjadi lebih baik tanpa mengganti tanaman pokoknya. Pengalaman yang sudah ada dengan tekni ini bisa meningkatkan produksi 4 kali lipat karena disamping biji kopinya lebih besar juga lebih banyak.

Materi Budidaya Tanaman padi disampaikan oleh Sarto, SP 

Pada intinya adalah penerapan komponen utama dan komponen penunjang  PTT padi. Peramasalahan utama dalam perbenihan padi adalah petani petani tidak melakukan seleksi benih sebelum persemaian sehingga bibit tanaman padi yang dihasilkan menjadi kurang baik. Seleksi benih dilakukan dengan menggunakan air garam yang sudah diukur kadarnya dengan menggunakan telur sebagai indikator. Telur yang sudah mengambang pada air garam menandakan bahwa air tersebut sudah bisa digunakan untuk seleksi benih padi. Benih yang tenggelam merupakan benih bernas yang bisa digunakan sedangkan benih yang mengapung sebaiknya tidak disemaikan.