A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PETANI KECAMATAN NGABLAK TERTARIK TANAM BAWANG PUTIH.

PARJO, SP PENYULUH PERTANIAN MADYA BPP NGABLAK Artikel


Bawang putih ( Allium sativum ) merupakan tanaman genus Allium yang banyak digunakan sebagai bumbu dasar masakan di Indonesia bahkan di dunia. Selain sebagai bumbu, Bawang Putih juga digunakan sebagai bahan pengobatan. Kabupaten Magelang yang mempunyai beberapa wilayah dataran tinggi  pernah dikenal sebagai penghasil utama Bawang Putih di Indonesia dimana sentra penanamannnya di Kecamatan Kajoran, Kaliangkrik, dan Windusari. Bawang putih dahulu juga diusahakan oleh para petani sayuran dataran tinggi wilayah Kecamatan Pakis dan Ngablak. Seiring dengan  perjalanan waktu tanaman  Bawang Putih di Kecamatan Ngablak tidak semakin meluas justru sebaliknya semakin menyempit dan akhirnya benar benar ditinggalkan oleh petani. Tanaman bawang putih ditinggalkan lantaran  kran impor yang dibuka bebas tahun 90 an telah membanjiri pasaran.   Bawang Putih  impor yang membanjiri dipasaran dengan kualitas yang sangat baik, siung umbi lebih besar  dan harga yang lebih murah sehingga produk bawang putih lokal tidak mampu bersaing. Adanya komoditas sayuran lain yang lebih quick yielding, dengan potensi hasil tinggi dan mudah pemeliharaan, serta diminati pasar banyak petani yang mengalihkan usahanya ke non Bawang Putih.

Pemerintah menyadari pentingnya ketersediaan  pangan dan produk pertanian termasuk Bawang Putih dimana ketersediaannya tidak boleh  tergantung dari impor. Oleh karenanya program swasembada pangan dalam arti yang luas termasuk Padi, Jagung, Kedelai, Cabai, Bawang Merah dan Bawang Putih sedang dan terus diupayakan. Target Kementrian pertanian untuk swasembada Bawang Putih tahun 2021 membutuhkan lahan tidak kurang dari 800 ribu hektar sehingga  Kabupaten Magelang merupakan daerah yang wajib tanam Bawang Putih. Sentra di kabupaten ini diantaranya di Kecamatan Kajoran, Kecamatan Kaliangkrik dan Kecamatan Windusari sementara di Kecamatan Pakis dan Ngablak mempunyai kesesuaian baik lahan maupun agroklimatnya sehingga dipandang layak untuk dikembangkan komoditas yang satu ini.  Upaya menuju swasembada Bawang Putih telah ditempuh dengan cara  mengintensifkan sistem budidaya didaerah sentra, mencari daerah baru dengan kondisi tanah, dan agroklimat yang sesuai dan  tidak kalah pentingnya dukungan pendanaan dari APBN. Regulasi baru dari kementrian pertanian  tentang  penerapan wajib tanam dan produksi bagi importir akan lebih memacu perluasan areal tanam bawang putih.


Kemitraan Sebagai Solusi

Kemitraan dari kata dasar miitra yang artinya pasangan kerja. Petani Bawang Putih tidak hanya membutuhkan pendampingan saja akan tetapi juga memerlukan mitra kerja mulai dari agro input, teknik budidaya, pascapanen hingga pemasaran hasil. Pendampingan dan pemberdayaan  diperlukan agar dalam proses produksinya menghasilkan produksi yang optimal serta menguntungkan sehingga terus dan terus berusahatani bawang putih sekaligus memberi kontribusi nyata terwujudnya swasembada bawang putih nasional.  Pada hakekatnya kemitraan adalah saling menguatkan, menguntungkan dan adil bagi kedua belah pihak  yang bermitra. Di Kecamatan Ngablak  hadir PT Sentosa Indo Permata yang notabene merupakan importir produk hortikultura bawang putih. Importir ini melakukan kerjasama kemitraan dengan kelompok  kelompok tani di Kecamatan Ngablak  untuk tanam Bawang Putih dilahan petani.. Dalam pertemuan sosialisasi dan pertemuan lanjutan telah sepakat kedua belah pihak untuk kerjasama tanam Bawang Putih. Dalam kesepakatan tersebut importir menyediakan bibit Bawang Putih 500 kg/ ha dan uang saprodi Rp 16 juta per hektar.  Sedang kontribusi petani berupa tenaga kerja, pupuk kandang, tanam sampai panen. Sementara porsi pembagian hasil yang disepakati 80% untuk petani dan 20% untuk importir. Respon kelompok tani  untuk bermitra sangat tinggi  dimana kelompok kelompok tani mendaftarkan diri sebagai calon penanam.


Sampai 100 hektar

Sesuai dengan kesepakatan antara PT Sentosa Indo Permata dengan kelompok tani yang tertuang dalam MOU akan tanam bawang putih hingga 100 hektar. Penanaman secara bertahap untuk memudahkan pelayanan, pengawasan dan pendampingan kelompok tani. Tahap pertama yang direncanakan tanam bulan Nopember adalah kelompok tani Sumber Rejeki Desa Jogonayan 1,6 Hektar, Sido Mulyo Desa Madyogondo 13,4 Hektar, Harum Sari Desa Ngablak 4,9 Hektar dan Poktan Bibit Unggul Desa Girirejo 5,1 Hektar.  Sedang kelompok tani  Lohjinawi, kelompok tani Mersika direncanakan tanam bulan Desember dan bulan bulan selanjutnya sampai target 100 hektar tercapai. Ada ketenangan dipihak kelompok tani mitra karena bibit dan uang sarana produksi telah sampai ditangan petani. Kelompok kelompok tani penanam Bawang Putih ini merupakan kelompok tani pelopor dimana mereka tanam yang pertama di Kecamatan ini  karena sebelumnya tidak bertanam bawang putih.  Harapannya kalau berhasil dengan baik akan diikuti oleh petani dan kelompok tani sekitarnya sehingga kebangkitan tanam bawang putih di Kecamatan Ngablak dapat terlaksana.

 

Menyiapkan Petani

Untuk mensukseskan usahatani Bawang Putih di Kecamatan Ngablak diperlukan beberapa kesiapan diantaranya lahan, bibit, sarana produksi  dan sumberdaya petani bawang putih. Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan calon petani Bawang Putih telah diberi penyuluhan, bimbingan teknis budidaya bawang putih di Kantor BPP Kecamatan Ngablak. Dan juga studi banding ke Kelompok Tani Amanah Dusun/ Desa Adipuro Kecamatan Kaliangkrik. Dengan studi banding ini bertujuan meningkatkan wawasan pengetahuan, sikap dan ketrampilan, melihat dari dekat untuk meyakinkan dan sekaligus meningkatkan adopsi teknologi, dipandu langsung  oleh narasumber yang notabene adalah petani bawang putih dan juga penyuluh pendamping Desa Adipuro mempunyai kesan tersendiri. Adanya diskusi dengan petani bawang putih Kecamatan Kaliangkrik ini permasalahan permasalahan petani dapat diungkapkan dan dapat dipecahkan. Dalam studi banding ini dikuti oleh semua kelompok tani penanam bawang putih Kecamatan Ngablak pola kemitraan.