A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

POSLUHDES SEBAGAI SOLUSI DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS KELEMBAGAAN PETANI DI TINGKAT DESA

YEKTA ANDARYUNI W.SP PENYULUH PERTANIAN BPP KEC BANDONGAN Artikel

Perkembangan jaman dewasa ini petani dituntut untuk meningkatkan kesejahteraannya karena kebutuhan juga semakin meningkat. Sehingga petani semakin membutuhkan informasi dan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas usaha taninya. Kelembagaan petani baik kelompok tani, kelompok ternak, gapoktan dituntut untuk berkembang sesuai dengan perkembangan jaman, dimana tuntutan dari anggota keberadaan kelompok bahwa dengan menjadi anggota organisasi tersebut akan lebih mudah mendapatkan uang.

Alasan-alasan di atas memberikan gambaran bahwa perlunya sebuah pos tempat dimana segala kegiatan penyuluhan pertanian direncanakan, diorganisir, dilaksanakan, dan dievaluasi yang tentunya hasil akhir dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Adapun pos tersebut berbentuk Posluhdes. Posluhdes (Pos Penyuluhan Desa) menurut Undang-undang No 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan adalah unit kerja non struktural yang dibentuk dan dikelola secara partisipatif oleh pelaku utama dalam kegiatan penyuluhan di tingkat desa. Sehingga Posluhdes merupakan ujung tombak pengembangan kelembagaan penyuluhan pertanian karena lokasinya berada di desa/kelurahan.

Posluhdes memiliki peran yang strategis untuk kemajuan pembangunan pertanian di perdesaan. Posluhdes memudahkan penyuluh pertanian menginventarisir segala permasalahan di tingkat petani dan kelembagaan petani, selain itu dapat juga sebagai tempat untuk menginventarisir segala potensi yang ada di desa baik potensi SDA dan SDM yang ada serta peluang-peluang yang dapat dikembangkan. Dengan diinventarisir segala masalah, potensi, dan peluang yang ada, maka melalui Posluhdes dapat digunakan sebagai tempat menyusun Identifikasi Potensi Wilayah oleh kelompok tani, gapoktan , beserta penyuluh yang kemudian dielaborasi dalam Programa Penyuluhan Pertanian Tingkat Desa. Programa Penyuluhan Pertanian inilah sebagai rencana gambaran pembangunan pertanian baik pembangunan fisik maupun SDM melalui kegiatan penyuluhan di tingkat desa.

Posluhdes juga dapat digunakan sebagai tempat untuk mendiseminasi teknologi pertanian yang efektif dan tepat guna melalui kegiatan penyuluhan dengan metode yang tepat akan menjawab segala permasalahan petani dan kelembagaan petani dalam mencapai tujuan akhir yaitu meningkatkan kesejahteraan petani. Penggunaan metode penyuluhan seperti demplot, kursus tani, sekolah lapang, dem cara akan memudahkan petani dalam menerima informasi teknologi sehingga peningkatan perilaku baik pengetahuan, sikap dan keterampilan petani lebih efektif.


Gambar 1. Posluhdes Desa Tonoboyo

Kecamatan Bandongan yang terdapat 14 desa telah dibentuk beberapa posluhdes, antara lain Posluhdes Desa Tonoboyo. Posluhdes ini telah dibentuk tahun 2014 dan didukung dana desa dibangun gedung khusus untuk posluhdes di tahun 2015. Kegiatan guna meningkatkan kapasitas kelembagaan petani yang dilakukan oleh Posluhdes Desa Tonoboyo antara lain penumbuhan kelembagaan petani seperti KWT (kelompok wanita tani), Pokdakan (Kelompok Pembudidaya Ikan), LKM (Lembaga Keuangan Mikro), serta KUB (Kelompok Usaha Bersama. Selain itu Posluhdes juga melaksanakan kegiatan-kegiatan kursus tani, demcara, demplot, sekolah lapang yang melibatkan kelompok tani dan gapoktan. Dari kegiatan tersebut diduplikasi ke kelompoktani yang ada di Desa Tonoboyo, sehingga proses diseminasi teknologi berjalan. Kegiatan evaluasi juga dilakukan guna mengevaluasi kelembagaan petani agar berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Meningkatkan jejaring kemitraan, baik kerjasama dalam bidang teknologi pertanian melalui STTP Magelang dan kerjasama akses pasar melalui Joglo Tani Makmur juga dilakukan agar memberikan gambaran kepada kelembagaan petani bahwa jejaring kemitraan perlu dibentuk agar mempermudah petani dalam mengakses modal, akses pasar, jaminan harga, serta membuka peluang-peluang usaha yang tentunya akan lebih mudah dalam meningkatkan pendapatan.

Dari gambaran diatas, memanglah tidak mudah untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan petani di tingkat desa melalui peningkatan kapasitas SDM di tingkat petani. Namun, kehadiran Posluhdes yang keberadaannya di tingkat desa dapat menjadi solusi dalam memecahkan permasalahan tersebut. Posluhdes sebagai miniatur BPP yang ada di tingkat kecamatan lebih mendekatkan antara penyuluh pertanian, penyuluh swadaya, aparat desa dengan kelembagaan petani yang ada di desa. Dukungan Pemerintah Desa, seluruh komponen BPP, penyuluh swadaya, pengurus posluhdes, gapoktan sangat berpengaruh dalam peran posluhdes dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan petani di tingkat desa.     

Gambar 2. Demcara pembuatan Pupuk Organik Cair kerjasama dengan STPP Magelang

Gambar 3. Demplot percontohan budidaya padi dan sayuran organik