A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

STATISTIK....DATA MEMBANGUN BANGSA

TAMIE DISTANDANPANGAN Berita Terkini


Mungkin beberapa orang masih awan dengan kata Statistik. Berbagai pengelompokan Statistik, namun secara sederhana bisa  kami jelaskan sebagai berikut. 

Pembagian Statistik meliputi :

1.   Statistik Deskriptif

Adalah fase statistika dimana hanya berusaha melukiskan/ menggambarkan  dan menganalisis kelompok yang diberikan tanpa memuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar.

Contoh:Nilai Penduduk Kabupaten Magelang memiliki mata pencaharian sebagai petani, pedagang, pegawai, buruh dan wiraswasta.  Jadi Statistik hanya bersifat menjabarkan saja.

2.   Statistika induktif

Adalah fase statistika yang berhubungan dengan kondisi-kondisi dimana kesimpulan demikian diambil.
Contoh:
Penghasilan rata-rata Kepala Keluarga di Kabupaten Magelang minimal 2 juta per bulan sehingga penduduk Kab. Magelang dikategorikan sebagai penduduk yang sejahtera.

Statistik selau berhubungan dengan data karena Statistik terdiri dari bermacam-macam data. Sedangkan klasifikasi Data tersebut dibagi menjadi dua yaitu :

1.   Data kuantitatif

Adalah data yang bisa diangkakan atau dikuantifikasikan/ data yang  berbentuk bilangan/ angka.

Contoh: Jumlah penduduk Kabupaten Magelang adalah 1.234.345 jiwa.

2.   Data kualitatif

Adalah data yang tidak bisa diukur dengan angka atau data yang tidak bisa diangkakan/data yang tidak berbentuk bilangan/angka.

Contoh : Beras Menthik Wangi memiliki aroma lebih harum dibandingkan dengan IR 64.

Hal-hal yang berkaitan dengan Statistik dan penjelasannya :

1.   Sampling

Adalah cara mengumpulkan data dengan jalan mencatat atau meneliti sebagian kecil dari seluruh elemen yang menjadi objek penelitian.

Contoh: Sebagian dari petani yang sudah menerapkan teknologi pertanian terpadu/ SLPTT dari semua populasi/ jumlah petani di Kabupaten Magelang.

2.    Populasi

Merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Contoh: Produksi padi di Kabupaten Magelang , maka populasi adalah semua lahan sawah yang ditanami tanaman padi di Kabupaten Magelang.

3.   Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, hal ini dikarenakan adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Oleh karena itu sampel yang akan diambil dari populasi harus betul-betul representatif (dapat mewakili).

Contoh: Sampel ubinan yang dilaksanakan dalam 3 Subround merupakan sampel yang diambil dengan metode yang sudah dianggap representatif yang mewakili semua populasi tanaman pangan di Kabupaten Magelang.

Kemudian apa yang dimaksud dengan Skala pengukuran?

Skala pengukuran adalah jenis instrumen self report yang digunakan oleh peneliti yang dikombinasikan dengan jenis pengukuran wawancara dan koesioner.

Contohnya : blangko/ formulir ubinan yang berisi berbagai pertanyaan yang harus diisi sesuai kondisi lapangan yang diubin. Seperti: luas lahan, penggunaan pupuk, tingkat serangan hama, jumlah rumpun tanaman, koordinat lahan yang diubin, mendapat bantuan Pemerintah atau tidak dan lain sebagainya.


Bermacam-macam pembagian Statistik diantaranya :

1.   Statistik penduduk

2.   Statistik keuangan

3.   Statistik pertanian

4.   Statistik produksi

5.   Statistik pendidikan

6.   Statistik kesehatan

7.   Statistik kematian

8.   Statistik ekonomi

Adapun penjelasan singkat mengenai deskripsi masing-masing Statistik adalah sebagai berikut :

1.     Statistik penduduk

Adalah statistika yang membahas atau  mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka  mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah penduduk.

Contoh: Jumlah penduduk yang  dikategorikan sebagai penduduk miskin Di Kabupaten Magelang.

2.     Statistik keuangan

Adalah statistika yang membahas atau  mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan  prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam  rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah keuangan.

Contoh: Penghitungan rata-rata realisasi keuangan  Program dan Kegiatan setiap SKPD di Kabupaten Magelang.

3.     Statistik pertanian  

Adalah statistika yang membahas atau  mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan  prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam  rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian  penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah pertanian.
Contoh:
Produktvitas padi pada subround 1 tahun 2018 dibanding Angka Tetap Subround 1 pada tahun sebelumnya (2017).

PP. No. 2 Tahun 1992 dan Keppres No. 6 Tahun 1992 menyuratkan bahwa pelaksanaan pengumpulan data statistik pertanian tanaman pangan dan hortikultura di BPS dilakukan oleh Bagian Statistik Tanaman Padi dan Bagian Statistik Tanaman Palawija dan Hortikultura. Statistik tanaman pangan antara lain memuat data luas tanaman padi, luas tanaman palawija, penggunaan lahan, alat/ mesin dan kelembagaan pertanian serta perbenihan.

Luas tanaman meliputi : luas tanam, luas panen, puso menurut jenis lahan sawah dan bukan sawah, dan kelompok varietas unggul (non hibrida) dan lokal serta jenis pengairan (irigasi, tadah hujan, rawa pasang surut, dan rawa lebak). Adapaun jenis tanaman yang masuk dalam statistik tanaman pangan antara lain : padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kedele, talas, ganyong.



Adapun kegunaan Statistik Tanaman Pangan ini adalah sebagai data yang menggambarkan produksi, luas panen maupun produktivitas tanaman pangan pada suatu Kabupaten guna perencanaan pembangunan, monitoring, evaluasi serta penentuan kebijakan di bidang tanaman pangan.

4.     Statistik produksi

Adalah statistika yang membahas atau  mempelajari dan mengembangkan  prinsip-prinsip, metode dan  prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah  produksi.

Contoh: Produksi kertas di Pabrik A mencapai 1.450.00 lembar per minggu.

5.     Statistik pendidikan

Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah pendidikan.

Contoh:Nilai rata-rata Matematika pelajar kelas 5 SD di Magelang adalah 8,7.

6.     Statistik kesehatan

Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan.

Contoh: Jumlah penderita HIV bertambah 15% pertahunnya.

7.     Statistik kematian

Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah kematian.

Contoh: Jumlah rata-rata kematian di Indonesia mencapai 2000 jiwa pertahun.

8.     Statistik ekonomi

Adalah statistika yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Contoh: Pertumbuhan ekonomi di Indonesia menggeliat sebesar 5 %.