A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

UJI COBA BUDIDAYA BAWANG MERAH DATARAN MEDIUM DI BPPK KECAMATAN SECANG - Uji Komoditas Alternatif

BPPKP/BPPK Secang Berita Terkini

Pada tahun ini wilayah Kecamatan Secang mengalami kekeringan panjang yang mengakibatkan tanaman padi sangat terganggu pertumbuhannya bahkan sebagian terjadi gagal panen Oleh karena itu BPPK Kecamatan Secang melakukan uji coba tanaman alternative yang tidak memerlukan air banyak tapi bisa tumbuh dengan baik, salah satunya komoditas bawang merah. Bawang merah merupakan salah satu dari 15 komoditas tanaman prioritas pemerintah yang harus dikembangkan. Selain itu uji coba ini menjadi sarana pelatihan bagi petani agar mau dan mampu untuk membudidayakan tanaman lain selain padi apabila sudah diprediksi akan terjadi kekurangan air di musim kemarau.

Bawang merah (Allium ascalonicum. L) terdapat 3 macam berdasarkan pembagian daerah tumbuhnya yaitu tanaman dataran rendah, dataran medium dan tanaman dataran tinggi. Tingkat keasaman tanah yang ideal adalah untuk tanaman bawang merah adalah pada pH 5,6 – 7. Tim Penyuluh BPPPK Kecamatan Secang melakukan uji tanaman bawang merah khusus untuk dataran medium sesuai dengan keadaan setempat.

Uji tanaman bawang merah dilakukan pada lahan gersang dan menghadapi musim kemarau yaitu mulai bulan april sampai panen pada bulan Juli 2015 yang lalu pengendali gulma dengan memanfaatkan mulsa jerami sebagai pengendali gulma dan menjaga kelembaban tanah, kadar lengas merupakan hal penting dalam budidaya bawang merah sehingga kontrol kadar lengas menjadi sangat diperlukan.

Kegiatan Uji coba budidaya tanaman bawang merah selain melibatkan semua tim penyuluh kecamatn Secang juga dengan mengajak penyuluh swadaya dan beberapa petani binaan penyuluh. Keterlibatan berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan ini akan lebih memudahkan dalam sosialisasi teknologi budidaya bawang merah di masyarakat yang lebih luas lagi. Ir. Agus JokoTriyono dan Siti Mustamimah, A.Md. merupakan koordinator teknis dalam kegiatan ini.

Setelah membuktikan hasil budidaya bawang merah cukup baik, maka penyuluh swadaya punya keinginan untuk mencoba budidaya bawang merah ini di lahannya sendiri. Hal ini bisa menjadi sarana untuk mengkomunikasikan tanaman bawang merah pada petani yang ada di sekitarnya.

BUDIDAYA BAWANG MERAH YANG DILAKUKAN

A.   PEMBIBITAN

1.    Benih

Benih bawang merah merupakan bagian perbanyakan secara generatif yaitu menggunakan biji tanaman bawang merah. Perbanyakan secara generatif merupakan cara mendapatkan bibit yang murah sehingga bisa menekan biaya produksi.

Teknik pembibitan asal biji pada prisipnya sama dengan pembibitan pada tanaman cabai/tomat dengan dengan cara  disemai pada polibag pembibitan selama 20 – 25 hari sehingga akan didapatkan bibit dengan 2- 3 bakal daun dengan tinggi antara 5 – 10 cm. pada masa kritis pertama tanaman ini sangat membutuhkan air yang terkendali.

2.    Bibit

Bibit bawang merah merupakan bahan tanam vegetatif yang diperoleh dari bulbus dan tidak memerlukan kebun bibit khusus sehingga cara ini meskipun mahal akan tetapi sangat efisien penggunaannya serta produktifitasnya dapat mencapai empat kali lipat daripada menggunakan bibit generatif, cara penggunaannya adalah sbb :

1.    Bibit dipilih dari bulb panen tua lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari untuk bawang merah dataran tinggi

2.    Bibit tua di simpan 2-3 hari. Ukuran benih 1,5 – 2 cm, sehat

3.    Kebutuhan benih untuk jarak 20 x 20 dengan bobot benih 5 gram adalah 1,4 ton/ha dan 2,4 ton/ha untuk jarak tanam 15 x 1.

Pada penanaman bibit asal benih, jarak tanam hampir sama dengan penanaman asal bulb, dari satu kemasan benih seberat 10 gram  diperoleh 2500 bibit untuk  15 bedeng ukuran 3 x 1,5 m setara 200 - 300 meter persegi lahan. Dengan pertimbangan tersebut  bibit asal benih memiliki keunggulan dalam hal nilai ekonomi, tetapi membutuhkan proses awal yang lebih lama.

B.   PENGOLAHAN TANAH

1.      Bedengan ukuran 1-1,2 meter tinggi 20-30 cm dengan bentuk rata (tidak melengkung)

2.    Tambahkan kapur/dolomit 1-1,2 T/ha bila keasaman tanah kurang dari 5,6. Dolomit diberikan setidaknya 2 minggu sebelum tanam

3.    Pupuk kompos  15-20 T/ha. Tebarkan pupuk diatas bedengan dengan ukuran :

Urea                     :  47 kg/ha

Za                         :  100 kg/ha  

SP 36                   :  311 kg/ha

KCL                      :  56 kg/ha

Catatan :  pemupukan dilakukan dengan cara membuat guritan disamping tanaman

PERAWATAN

1.    Penyiraman 2 x pagi dan sore sebelum berumur  10 hari, setelah itu penyiraman dapat dikurangi  menjadi 1x sehari

2.    Khusus pada penanaman pada musim hujan, penyiraman dilakukan pagi dan sore hari setelah turun hujan untuk memperkecil tumbuhnya penyakit

3.    Pupuk susulan I pada umur 2 minggu :

Urea                     :  93 kg/ha

Za                         :  200 Kg/ha

KCL                      :  112 kg/ha

4.    Pupuk susulan II pada minggu ke 5

Urea                     :  47 kg/ha

Za                         :  100 kg/ha

KCL                      :  56 kg/ha

Catatan :  pemupukan dilakukan dengan cara membuat guritan disamping tanaman

 HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

1.    Ulat (Spodoptera Sp.)

2.    Fusarium /cendawan yang menyebabkan daun terpilin  dan bagian pangkal batang membusuk)

3.    Busuk pucuk daun karena adanya embun tepung yang menyerang daun bawang merah 

PANEN

Ciri-ciri siap panen :

a.    60-70 %  daun sudah rebah

b.    Bila untuk benih tingkat kerebahan mencapai 90 %

c.    Bawang merah  dipanen setelah berumur 55 – 70 hari  dari bibit asal bulb sedangkan apabila bibit berasal dari benih, tanaman bawang merah  dapat dipanen pada umur  80 – 90 hari.

d.    Produktivitas normal 3 – 12 t/ha dengan produktivitas nasional 9,t/ha

e.    Bawang merah dikeringkan sampai dengan kadar air 85% (Selama 7-14 hari) dibalik 2 hari sekali.

Dari bibit asal bulb, bawang merah yang dihasilkan akan mempunyai bulb ganda tergantung dari potensi tunas dalam bulb asalnya, berkisar antara 4 – 7 bulb, sedangkan dari asal biji, maka bawang merah akan cenderung membentuk bulb tunggal tetapi dengan ukuran relative besar.