A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

BERSAMA AKADEMISI MEMBANGUN HERBAL CENTER DI BALKONDES WANUREJO KECAMATAN BOROBUDUR

LANGEN SEPTINA R, S.TP PENYULUH PERTANIAN BPP KEC. BOROBUDUR Informasi Publik


Penanaman perdana aneka tanaman herbal di area herbal center Balkondes Wanurejo Kecamatan Borobudur

Baru-baru ini di Balkondes Wanurejo Kecamatan Borobudur dilakukan penanaman perdana beberapa tanaman herbal di lokasi demplot herbal center. Bersama dengan Plt.Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Camat Borobudur, Kapolsek Borobudur, Danramil Borobudur dan Pemdes beserta ketua Gapoktan Cipto Sari, Ketua tim pelaksana Dr Nunung Yuniarti, M.Si, Apt dari Fakultas Farmasi UGM menanam secara simbolis beberapa jenis tanaman herbal dilanjutkan dengan mematrikan papan etiket identitas masing-masing tanaman.  Lahan demplot yang dirintis ini sedianya akan dirancang sebagai herbal center yang menyediakan berbagai jenis tanaman herbal yang bermanfaat bagi pengobatan tradisional. Lay out yang dirancang pun akan dibuat berdasarkan kemanfaatannya dalam membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan.  Pembuatan demplot ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan yang diagendakan dalam pembangungan Health Tourism di Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur.

Bermaksud mengusung salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa sejak pemerintahan wangsa  Syailendra yang tergambar dalam relief candi yaitu pengobatan tradisional menggunakan jejamuan, tim pelaksana program hibah pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi UGM menggandeng seluruh komponen terkait untuk mewujudkan Health Toursm di Desa wanurejo Kecamatan Borobudur. Pembangunan konsep wisata baru ini memadukan warisan budaya local dengan tren back to nature akhir-akhir ini dimana kesadaran masyarakat menggunakan bahan-bahan alam untuk menjaga kesehatan tubuh semakin meningkat. Berbanding lurus dengan hal tersebut,  pangsa pasar perherbalan otomatis akan mengalami peningkatan. Penyediaan barang maupun jasa perlu digenjot untuk memenuhi kebutuhan pasar baik pasar konvensional maupun pun pasar “wisata”. Sebagai wilayah  yang memangku warisan budaya dunia yaitu candi Borobudur, kecamatan  ini memiliki  cita rasa pariwisata yang kental.  Hampir setiap program pembangunan selalu menggunakan sudut pandang pembangunan wisata sebagai bagian yang sacral.

Konsep herbal center yang sudah diinisiasi sejak tahun lalu ini mempunyai lima area yang akan dibangun diantaranya area pertama adalah demplot taman herbal yang berisi “etalase” tanaman herbal bahan baku produk, area selanjutnya adalah area produk jamu baik dalam bentuk segar maupun olahan termasuk  live show pembuatan jamu, area ketiga adalah produk kosmetik herbal dalam kemasan serta live show penggunaan produk kosmetik, area keempat adalah produk kudapan, minuman, dan makanan berbahan herbal serta yang terakhir adalah area relaxing dimana terdapat fasilitas pemijatan (refleksi) dan aromaterapi.  Untuk mewujudkan grand desain tersebut, tentu saja ada kegiatan pendampingan teknis yang diampu oleh orang orang yang berkompeten pada bidangnya.

Menyambut baik rancang bangun kegiatan yang dipaparkan tim pelaksana, Ir Eko Widi Hermanto selaku Plt. Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang memberikan dukungan penuh terwujudnya konsep ini. Beberapa hal yang disampaikan dalam sambutan Beliau diantaranya adalah pentingnya menggali potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Komoditas empon-empon sebagai bagian dari sumber jamu-jamuan merupakan komoditas yang mendapat perhatian penting untuk dikembangkan.  Melalui kacamata agrobisnis, memanfaatkan tren adalah salah satu strategi yang penting untuk dipertimbangkan. Kemajuan teknologi dan meningkatnya penelitian ilmiah mengenai jejamuan menjadikan penggunaan obat-obatan tradisional lebih meyakinkan dan digandrungi sebagian masyarakat. Dengan adanya pendampingan dari akademisi yang memang berkompeten, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari alam ini secara tepat dan proporsional. Kegiatan yang dilakukan pastinya tidak hanya pembangunan SDA yang ada tetapi SDM dengan meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan masyarakat agar lebih berdaya dalam memanfaatkan kesempatan yang ada.  Menilik dari rangkaian kegiatan yang dipaparkan, kegiatan ini cukup menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat pada khususnya dan masyarakat dari kecamatan lain yang berpotensi sebagai mitra penyedia empon-empon pada umumnya . Selanjutnya diharapkan Gapoktan sebagai wadah petani bisa terlibat aktif begitu juga dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Borobudur agar lebih intensif mendampingi kegiatan ini.  Kesempatan yang berharga ini hendaknya bisa dimanfaatkan oleh petani yang tergabung dalam Gapoktan Cipto Sari untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui pengembangan komoditas empon-empon secara intensif terutama dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal yang selama ini belum tergarap dengan baik. Disamping itu petani pun perlu dibekali secara teknis budidaya empon empon dari hulu sampai dengan pasca panennya.