A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

KACANG TANAH VARIETAS TAKAR MEMILIKI PRODUKTIVITAS TINGGI

BPPKP KAB. MAGELANG Berita Terkini

Kacang Tanah Varietas TakarAstanto Kasno, salah satu peneliti kacang tanah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa kacang Tanah varietas Takar 1 dan Takar 2 mampu berproduksi hingga mencapai 3 ton polong kering/ha. Kedua varietas ini juga sangat adaptif bila ditanam di lahan marginal seperti lahan kering masam yang saat ini luasannya mencapai 25 juta ha.  Produksi varietas ini lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional, yang saat ini masih mencapai 1,3 - 1,5 ton/ha, karena tahan terhadap penyakit layu yang dapat menurunkan produktivitas dan tahan terhadap penyakit karat daun yang disebabkan cendawan.

Untuk mencukupi kebutuhan industri dan pasar dalam negeri, data BPS pada tahun 2012 melaporkan bahwa kita masih mengimpor kacang tanah sebesar 125.636 ton, sedangkan produksi kacang tanah pada tahun 2012 baru mencapai 907.000 ton yang dihasilkan dari luas lahan pertanaman kacang tanah 713.000 ha. Luasan lahan kering masam di Indonesia saat ini mencapai 25 juta ha bila 0,25% saja atau setara dengan 62.500 ha ditanami kacang tanah varietas Takar 1 dan Takar 2 yang memang cocok untuk lahan kering masam hasilnya dapat menutupi kebutuhan impor kacang tanah.

Varietas Takar 1 hasil dari persilangan dari Kacang Tanah Varietas Macan yang memiliki ketahanan terhadap penyakit layu dan mampu beradaptasi luas di berbagai kondisi lahan, tetapi rentan terhadap penyakit karat daun dengan Galur ICGV 91234 varietas introduksi yang tahan penyakit karat daun yang disebabkan cendawan. Sedangkan kacang tanah Varietas Takar 2 hasil dari persilangan kacang tanah varietas Muneng yang memiliki ketahanan terhadap penyakit layu dan karakteristik polong biji bagus, tetapi terhadap penyakit daun  dengan galur ICGV 92088 yang juga tahan terhadap penyakit karat daun yang disebakan cendawan.

Kacang tanah varietas Takar 1 dan Takar 2 yang mempunyai umur panen 85-90 hari setelah tanam tersebut tergolong kacang tanah tipe spanish (polong berbiji dua). Takar 1 mempunyai biji besar (65,65 g/100 biji), sedangkan Takar 2 berukuran biji sedang (47,6 g/100 biji). Untuk mendapatkan produksi secara optimal, penanaman kacang tanah ini di dalam baris-baris dengan jarak antar tanaman 40 x 15 cm. Setiap lubang diisi 2 biji atau 320.000 tanaman/ga atau setara dengan binih 100 g/ha. Bayangkan, harga kacang tanah basah di pasar tradisional Rp. 10.000,- /kg, maka kalau dikalikan 3.000 kg akan didapat harga jual Rp. 30.000.000,- kotor.

Sumber : http://www.litbang.deptan.go.id