A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/bppkp/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/bppkp/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/bppkp/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/bppkp/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM FOOD SECURITY

Parjo, SP- Penyuluh Pertanian Madya BPPK Pakis Berita Terkini

Impor produk bahan pangan masih menguat dan trend ini akan berlanjut terus seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan konsumsi oleh masyarakat. Sementara produksi  bahan pangan dalam negeri belum mencukupi akibat berbagai persoalan.  Bahan pangan 7 komoditas penting diantaranya padi, jagung, kedelai, daging sapi, gula, bawang merah dan cabai. Kendala peningkatan produksi pangan  diantaranya banyaknya alih fungsi lahan untuk kegiatan non pertanian, terjadinya cuaca ekstrim yang kurang menguntungkan untuk kegiatan budidaya seperti  kebanjiran dan kekeringan. Peningkatan produksi pertanian juga sering terkendala oleh terjadinya eksplosi hama dan penyakit akibat rusaknya keseimbangan alam.

Swasembada pangan menjadi wacana yang sangat  penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor, penghematan devisa negara, serta memberi kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi petani  dan stake holder pertanian lainnya. Swasembada pangan jauh lebih penting ketimbang ketahanan pangan karena ketahanan pangan hanya bisa terjadi jika swasembada pangan tercapai. Kalau swasembada pangan  tercapai secara otomatis food security ( ketahanan pangan red) dapat tercapai  ( Galih, 2006).

Swasembada pangan yang berarti mampu untuk menyediakan sendiri kebutuhan pangan bagi masyarakat dengan melakukan realisasi dan konsistensi kebijakan antara lain

1.  Pembuatan Undang Undang dan Peraturan Pemerintah  yang berpihak pada petani dan lahan.

2.  Peningkatan infrastruktur penunjang swasembada  pangan seperti irigasi, jalan usahatani, mekanisasi dan pencetakan lahan pertanian baru.

3.  Penyuluhan pertanian dan pengembangan secara terus menerus

4.  Diversifikasi pangan dan gizi.

Peran Penyuluh Pertanian

Peningkatan produksi pertanian utamanya pangan tidak terlepas dari petani sebagai pelaku utama yang memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan teknologi yang dibutuhkan dalam kegiatan usahataninya termasuk kegiatan pendampingan dan penyuluhan. Peran penyuluh pertanian sangat penting dalam meningkatkan kemampuan petani, karena penyuluhan pertanian adalah suatu sistem pendidikan diluar sekolah untuk para petani dan keluarganya sehingga secara khusus memiliki sifat, tujuan, sasaran dan struktur pelaksanaan dan pendekatan yang khusus pula ( Padmanegara, 1987 ).

Secara kelembagaan penyuluh pertanian mempunyai tugas dan fungsi antara lain :

1.  Sebagai simpul komunikasi dan interaksi antar berbagai instansi

2.  Mengembangkan kemampuan pelaku utama

3.  Sebagai lembaga penyampai ilmu dan teknologi kepada sasaran

Untuk itu diperlukan adanya perbaikkan sistem dan manajemen penyuluhan guna merubah perilaku petani baik yang menyangkut pengetahuan, sikap dan ketrampilan ( Matenggomena, 2013 ).

Luas tambah tanam dan Mutu intensifikasi.

Pembangunan pertanian mempunyai target dan prioritas. Target dari pembangunan pertanian dewasa ini  adalah peningkatan produksi menuju swasembada pangan  yang bermuara pada kesejahteraan petani.  Prioritasnya   meliputi 7 komoditas penting utamanya padi, jagung dan kedelai.  Untuk mencapai hal tersebut segala daya dan upaya telah dilakukan termasuk menggerakkan dan memobilisasi penyuluh pertanian kearah terwujudnya swasembada pajale. Fokus pada suksesnya pajale tidak berarti meninggalkan perhatian dan pembinaan pada petani komoditas yang lain. Akan tetapi pembinaan dan pendampingan juga terus dilakukan kepada petani komoditas non pajale  seperti petani  sayuran, petani peternak dan petani perkebunan  serta petani komoditas penting lainnya.  Luas tambah tanam harian komoditas padi  secara intensif telah dipantau selanjutnya  dilaporkan.  Peningkatan mutu intensifikasi telah diupayakan dengan diterapkannya  penggunaan benih unggul berpotensi hasil  tinggi yang  adaptif, sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, pengendalian hama penyakit terpadu, panen dan pasca panen yang ditunjang dengan adanya mekanisasi pertanian. Mekanisasi pertanian yang meliputi alat pengolah tanah, alat tanam, alat pengendali hama dan penyakit serta alat panen yang merupakan alat utama dan sebagai sarana pelancar bagi kegiatan usahatani.

Kemampuan mengadopsi dan mengadaptasikan alat mesin pertanian menjadi bagian yang  sangat penting dari tugas penyuluh pertanian bersama kelompok tani  agar alat mesin tersebut dapat  dimanfaatkan dan berguna untuk menunjang adanya  swasembada pangan.

Bergerak bersama petani

Pelaku utama dalam pembangunan  pertanian pada kegiatan  budidaya padi, jagung, kedelai serta komoditas pertanian lainnya  adalah para petani dan keluarganya.  Peran penyuluh pertanian sebagai motivator adalah memotivasi agar mereka tahu, mau dan mampu menerapkan teknologi baru sehingga ada peningkatan produksi, pendapatan, keuntungan dan kesejahteraan. Upaya menggerakkan petani dengan penyuluhan adalah upaya penyadaran.  Oleh karenanya  Penyuluh dapat memilih metoda penyuluhan yang dapat dipandang tepat untuk bisa menggerakkan petani dan keluarganya untuk berproduksi yang lebih baik.  Dalam menggerakkan petani menuju swasembada pangan secara persama sama dengan pihak terkait seperti babinsa,  PHP, Mantri Tani dan tokoh masyarakat lainnya.  Selain motivasi dari para penyuluh tidak kalah pentingnya adalah insentif bagi petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan berproduksi. Insentif terpenting buat mereka adalah harga yang layak terutama ketika terjadi panen raya. Harga yang layak dan   menguntungkan bagi petani akan menjadi energi yang kuat  bagi mereka untuk terus menerus untuk berproduksi dalam rangka memberi kontribusi pada swasembada pangan yang telah diwacanakan oleh pemerintah. Insentif lainnya  adalah jaminan pasar ketika petani panen, produk yang dihasilkan jelas pasarnya, dan mudah pemasarannya. Pemasaran yang mudah serta menguntungkan,  para pelaku utama akan  mendapatkan modal kembali dengan cara menjual hasilnya untuk membiayai kegiatan berproduksi dan untuk menerapkan teknologi baru dilahan usahataninya.