A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 55
Function: _userAgent

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 17
Function: browser_user

File: /home/script/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/script/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd049/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 160
Function: _userAgent

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 18
Function: os_user

File: /home/script/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/script/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd049/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

Distanpangan Kabupaten Magelang

CARA MEMBUAT FUNGISIDA PENGENDALI PENYAKIT BLAST

Mon, 12 2018 dilihat: 607 kali


Penyakit tanaman padi yang sering dijumpai adalah penyakit blast, atau sering dikenal dengan busuk leher, patah leher, tekek dll. Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia  grisea. Awalnya penyakit ini berkembang di pertanaman padi gogo, tetapi akhir-akhir ini sudah menyebar di lahan sawah irigasi. Jamur P. grisea dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi,  P. grisea menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun. Pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai disebut blas leher.

Penyakit blas juga dapat berkembang pada tanaman selain padi seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan. Pada lingkungan yang kondusif, blas daun berkembang pesat dan kadang-kadang dapat menyebabkan kematian tanaman. Penyakit blas leher dapat menurunkan hasil secara nyata karena menyebabkan leher malai mengalami busuk atau patah sehingga proses pengisian malai terganggu dan banyak terbentuk bulir padi hampa. Gangguan penyakit  blas leher di daerah endemis sering menyebabkan tanaman padi menjadi puso.

Penyemprotan dengan menggunakan fungisida adalah salah satu cara mengendalikan serangan jamur pengganggu tanaman. Namun sebagian besar petani selama ini masih menggunakan fungisida dari bahan kimia. Padahal penggunaan bahan-bahan kimia pada tanaman secara terus-menerus membawa dampak negatif bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Selain fungisida kimia, para petani bisa memanfaatkan beberapa jenis tanaman untuk membuat fungisida nabati. Penggunaan fungisida nabati lebih aman terhadap lingkungan dan tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Penggunaan fungisida nabati juga berpengaruh pada produk pertanian yang dihasilkan menjadi lebih sehat dan aman dikonsumsi oleh tubuh manusia.

Pembuatan fungisida dengan bahan dasar kunyit sangat mudah dilakukan karena bahan-bahan yang diperlukan banyak tersedia di sekitar kita. Bahan-bahan yang disiapkan untuk membuat fungisida antara lain susu segar 1 lt, 3 butir kuning telur, 5 sendok makan madu, 5 kg kunyit, 10 lt air dan ½ lt alkohol.

Cara pembuatanya :

Bahan kunyit di haluskan dan dimasukkan dalam ember yang sudah di isi air 10 liter kemudian bahan-bahan yang lain dimasukkan semua ke dalam ember dan diaduk sampai rata  kemudian tutup ember dengan rapat diamkan selama 2 hari. Setelah dua hari, larutan kunyit dengan bahan-bahan lain disaring dan siap untuk digunakan.

Dosis aplikasi :

-        3 liter ramuan /Ha atau 125 ml per tangki 14 lt.

-        Untuk tanaman padi aplikasi dilakukan minimal dua kali pada umur 40 – 45 HST dan umur 60-70 HST.