Kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat Padi Tahun 2021


Created At : 2022-01-06 00:00:00 Oleh : Dian Rakhmawati Harsono Informasi Publik Dibaca : 262

Kebutuhan pangan sehat yang semakin meningkat, terutama komoditas padi, mendorong penerapan berbagai teknik budidaya berbasis ramah lingkungan. Budidaya tanaman padi sehat merupakan salah satu teknik untuk mengurangi penggunaan bahan kimia sintetik yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan agroekosistem. Budidaya tanaman sehat juga merupakan salah satu strategi bagi petani untuk dapat menerapkan pengendalian hama secara terpadu.

Penerapan budidaya tanaman sehat dimulai dari proses pemilihan benih unggul, perlakuan benih untuk meningkatkan pertumbuhan dan keseragaman perkecambahan, pengolahan tanah, peningkatan populasi, dan peran mikroorganisme menguntungkan melalui pemanfaatan jerami, penambahan pembenah tanah organik, pengelolaan OPT secara hayati menggunakan insektisida dan fungisida biologi, serta konservasi musuh alami dengan penanaman refugia.

Kegiatan Dem Area Budidaya Tanaman Sehat untuk memberikan contoh dan motivasi bagi petani untuk dapat menerapkan Budidaya Tanaman Padi Sehat. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberikan keyakinan kepada petani bahwa budidaya tanaman yang ramah lingkungan tanpa input bahan kimia sintetik dapat diterapkan. Penerapan teknik budidaya tanaman padi sehat dengan benar diharapkan akan semakin meningkatkan kesehatan lingkungan dan pada akhirnya akan semakin meningkatkan kesehatan pelaku pertanian (petani) dan konsumen produk pertanian.

Budidaya tanaman padi sehat adalah teknik budidaya padi yang menekankan pada keseimbangan agroekosistem dengan tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia sintetis, pemeliharaan kesuburan tanah melalui proses alami yaitu menggunakan bahan pembenah tanah dan pupuk organik, penggunaan benih unggul tahan hama penyakit yang tersertifikasi, konservasi musuh alami dengan penanaman refugia, dan pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan pestisida biologi. Penerapan teknik budidaya tanaman padi sehat diharapkan dapat mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agroekosistem secara alami serta mampu menghasilkan pangan yang cukup, sehat, dan berkualitas.

Munculnya teknik budidaya tanaman padi sehat seiring dengan bangkitnya kesadaran masyarakat dunia akan arti penting pangan sehat dan meningkatnya dampak negatif dari pertanian konvensional yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, melalui program Budidaya Tanaman Sehat berupaya meningkatkan peran masyarakat petani dalam menghasilkan produk pangan sehat, berkualitas, dan bebas residu pestisida. Budidaya Tanaman Sehat dilaksanakan dengan mengoptimalkan peran seluruh komponen agroekosistem seperti musuh alami dan mikroorganisme menguntungkan yang berasosiasi dengan tanaman sehingga kesehatan tanaman, tanah, dan lingkungan akan semakin meningkat. Hal tersebut diharapkan secara signifikan akan semakin mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang dapat mencemari lingkungan dan meninggalkan residu pada produk hasil pertanian.

 Penerapan budidaya tanaman sehat diharapkan dapat diadopsi petani dalam skala yang luas. Oleh karena itu, perlu dilakukan percontohan penerapan budidaya tanaman sehat dalam berbentuk Demonstrasi Area (Dem Area) yang menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan  berkelanjutan seperti pembenah tanah organik, pupuk hayati, dan pestisida biologi.

Kabupaten Magelang, terutama wilayah kecamatan Mungkid sebagai sentra tanaman padi yang tersedia sepanjang musim, mendapatkan 50 ha kegiatan dem area budidaya tanaman sehat padi Tahun 2021. Sebanyak 2 gabungan kelompok tani yaitu Gapoktan Hamparan Sejahtera Desa Rambeanak dan Gapoktan Tani Asri Desa Bojong. Keduanya diharapkan dapat mengadopsi teknologi yang direkomendasikan serta menggunakan item-item bantuan yang diberikan.

Bantuan yang diberikan berupa benih padi varietas unggul, kebetulan keduanya menggunakan varietas inpari 42 sebagai benih padinya. Sebanyak 625 kg untuk setiap 25 ha wilayah dem area. Selanjutnya mendapatkan bahan pupuk hayati sebanyak 125 sachet @ 100 gram yang digunakan untuk seed treatment berbahan aktif Trichoderma dengan dosis 25 gr tiap 25 kg benih. Bahan aktif ini digunakan untuk melindungi benih dari serangan penyakit. Bantuan berikutnya adalah pembenah tanah sebanyak 75 kg tiap 25 ha dem area digunakan untuk membantu memperbaiki struktur tanah yang umumnya padat dan tidak berongga sehingga sulit diserap akar. Selain itu kelompok tani juga mendapatkan tiga bahan pengendali hayati yang berasal dari mikroorganisme baik (biologi), bahan bio insektisida untuk golongan wereng 450 sachet atau 22,5 kg, Bio fungisida 15 kg/ 150 sachet, dan bioinsektisida untuk golongan larva 15 kg/ 300 sachet.

Semua item bantuan telah diberikan sosialisasi sebelum digunakan atau diaplikasikan sehingga petani mampu mengaplikasikan tepat waktu dan tepat dosis. Mengapa perlu disosialisasikan? Karena komponen pengendali hayati yang diperbantukan berbeda dengan pestisida kimia yang sering petani gunakan. Ada treatment khusus yaitu merendam bubuk bioinsektisida/biofungisida terlebih dahulu dengan air bersih selama 1-2 x 24 jam sebelum diencerkan dan digunakan.

Kedua gapoktan yang mendapatkan kegiatan dem area saat artikel ini di susun telah melakukan tahapan penanaman padi Inpari 42. Sebelum melakukan penyemaian, benih di seleksi dengan larutan garam untuk mengetahui benih yang berkualitas. Selanjutnya benih dilakukan seed treatment atau perendaman dengan pupuk hayati selama 1 x 24 jam. Benih kemudian disebar pada persemaian yang telah di beri pembenah tanah. Pembenah tanah dengan dosis 0,3 kg / hektar disemprotkan pada lahan siap tanam dan dibiarkan selama 1 minggu.

Untuk aplikasi bioinsektisida dan biofungisida telah direkomendasikan waktu penyemprotannya. Umur 10 hst disemprotkan pupuk dasar dan 4 sachet BT Plus tiap hektar. Memasuki umur 14 hst berikan metarizep dengan dosis 5 sachet /hektar. Selanjutnya umur 28 hst disemprotkan Metarizep dengan dosis sebanyak 6 sachet. Pada umur 30 hst semprotkan ke tanaman dengan dosis 4 sachet BT-Plus per hektar. Umur berikutnya 45 hst 6 sachet metarizep dan 3 sachet BT-Plus dicampurkan dan diencerkan 400-500 liter (16-20 tangki). Pada umur 60 hst campurkan 3 sachet primadeco dan diencerkan untuk disemprotkan pada daun, batang, pangkal batang tanaman dan malai padi.

Demikian tadi penjelasan rangkaian rekomendasi budidaya tanaman padi sehat dari mulai sebar benih sampai umur 60 HST. Rangkaian pembuatan dosis larutan dan aplikasi diharapkan dapat membantu mengendalikan atau mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit utama padi. Diharapkan pula petani gapoktan Tani Asri dan Hamparan Sejahtera mampu mengadopsi setiap teknologi yang dipaparkan.

Foto Perkembangan Kegiatan Dem area BTS padi Di Kecamatan Mungkid

 

 

 

 

                                                                                                     

                                           

                                                     

 

 

                                                   

 

 

 

GALERI FOTO

Agenda

Tidak ada acara