
           Kamis (27/11/2025)
Kopi asli
Grabag, Kabupaten Magelang, resmi menembus pasar internasional. Sebanyak 17 ton
kopi jenis green bean diekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), dalam
pengiriman perdana yang dilepas langsung oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji
di halaman Kantor Kecamatan Grabag.
Kepala Dinas
Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan, mengatakan Magelang
telah berkembang menjadi sentra kopi unggulan dengan dua varietas dominan,
Robusta dan Arabika.
Total luas
lahan kopi mencapai lebih dari 3.000 hektare, terdiri atas 2.136 hektare
Robusta dengan produksi 2.006 ton per tahun, serta 875 hektare Arabika dengan
produksi 112 ton per tahun. Robusta banyak dibudidayakan di Grabag, Windusari,
Tempuran, Borobudur, hingga Srumbung. Adapun Arabika tumbuh optimal di wilayah
dataran tinggi lebih dari 1.000 mdpl seperti Ngablak, Pakis, dan Sawangan.
Ekspor perdana
ini sejalan dengan program The Development of Integrated Farming System in
Upland Areas (UPLAND) Komoditas Kopi 2025–2026 yang menetapkan Grabag sebagai
lokasi prioritas. Program ini meliputi area 800 hektare dengan dukungan
anggaran Rp18,96 miliar.
Bantuan yang
diberikan mencakup sarana produksi, alat panen dan pengolahan, solar dryer,
mesin pulper, mesin huller, kendaraan operasional, hingga pelatihan barista.
Petani juga memperoleh akses microfinance senilai Rp3,75 miliar dengan
penyaluran awal Rp1,075 miliar.
           Sebagai penguatan tata niaga, dibentuk Koperasi Produsen Lereng Kelir yang menjadi mitra utama petani dalam menjaga mutu, menyerap hasil panen, dan membuka akses pemasaran ekspor.