MANAJEMEN PENGOLAHAN LAHAN PERTANIAN MENUJU KEDAULATAN PANGAN


Created At : 2021-07-09 00:00:00 Oleh : Ari Fitria Sari, S.TP (Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Tempuran) Informasi Publik Dibaca : 95

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan desa Sumberarum terutama Kelompok Tani Sumber Rejeki dusun Pakeron beserta Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan manajemen pengolahan lahan pertanian menuju kedaulatan pangan. Kegiatan ini telah terlaksana pada hari Selasa tanggal 22 Juni 2021 di Balai Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran.

Dalam kegiatan manajemen pengolahan lahan pertanian menuju kedaulatan pangan akan disampaikan tentang pembuatan pupuk organik dan budidaya jamur tiram. Narasumber dari Joglo Tani Indonesia, Bapak T.O Suprapto dan tim, yang berlokasi di Jogjakarta.

Sesuai dengan judul kegiatan, menurut Bapak T.O Suprapto, Pangan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :

1.       Ketahanan Pangan.

Pangan diperoleh dari orang lain.

2.       Kemandirian Pangan.

Pangan diperoleh dari diri sendiri.

3.       Kedaulatan Pangan.

Pangan dan bahan baku seperti pupuk, benih, obat-obatan semua dari diri sendiri.

Kunci pertanian yaitu WIRAGATOMO (Winih atau Benih, Rabuk atau Pupuk, Garapan atau Lahan, Toyo atau Air, Mongso atau Musim).

Winih atau Benih

Sebelum ditanam, benih perlu diseleksi. Petani padi sudah terbiasa menyeleksi benih padi dengan cara dijemur kemudian di’tepleki’. Seleksi benih tersebut kurang lengkap sehingga benih yang dipilih masih ada yang kurang berkualitas. Benih padi perlu diseleksi lagi dengan cara di’rimbang’ dengan menggunakan air garam. Sehingga benih padi yang diperoleh benar-benar benih yang berkualitas.

Rabuk atau Pupuk

Dari alam kita sudah disediakan berbagai macam pupuk untuk tanaman seperti berikut ini :

1.       Daun yang ketika segar lemas dan ketika kering tetap lemas berarti mengandung unsur N. Contohnya daun gamal atau daun gliriside.

2.       Daun yang ketika segar lemas dan ketika kering menjadi kaku berarti mengandung unsur P. Contohnya daun pisang.

3.       Daun yang ketika segar kaku dan ketika kering tetap kaku berarti mengandung unsur K. Contohnya daun jati.

Kebutuhan tanaman akan makanan atau pupuk dapat dibedakan menjadi tiga tahapan, yaitu :

1.       Fase Vegetatif

Pada fase ini, kebutuhan tanaman akan nutrisi makanan paling banyak adalah unsur N, yang diikuti unsur P, baru unsur K.

2.       Fase Berbunga

Pada fase ini, kebutuhan tanaman akan nutrisi makanan paling banyak adalah unsur P, yang diikuti unsur N dan unsur K.

3.       Fase Generatif

Pada fase ini, kebutuhan tanaman akan nutrisi makanan paling banyak adalah unsur K, yang diikuti unsur P, baru unsur N.

Dari penjelasan narasumber dibuka forum diskusi. Dalam forum diskusi ini, ada tiga orang penanya. Yang pertama Bapak Ahmad Aziz, menanyakan tentang cara pembuatan pupuk organik. Kemudian Ibu Umiyatun, menanyakan tentang penjualan bibit tanaman. Yang terakhir Ibu Jamilah, menanyakan tentang efek samping budidaya jamur tiram.

Untuk menjawab pertanyaan pertama, Bapak T.O Suprapto menekankan agar bahan baku pupuk organik dipilih yang selalu ada di lokasi, terdiri dari kotoran hewan 50 %, jerami 20 %, dedaunan 20 %, batang pisang 10 %. Cara pembuatannya yaitu semua bahan diperkecil ukurannya (dicacah). Kemudian  ditata lapis demi lapis dengan ketinggian lapisan 30 cm. Setelah itu, dibasahi dengan menggunakan fermentor pabrikan atau fermentor alami yang lebih dikenal dengan nama mikroorganisme lokal (MOL).

Pertanyaan kedua dijawab dengan sederhana yaitu harus berjamaah. Jadi semua kegiatan pertanian akan lebih mudah penjualannya ketika dilaksanakan bersama-sama. Sedangkan untuk pertanyaan ketiga, tidak ada efek samping dari budidaya jamur tiram selama budidaya harus menjaga kebersihan agar spora jamur tidak terhirup yang dapat menyebabkan batuk.


GALERI FOTO

Agenda

Tidak ada acara