Rabu (21/05/2025)

Balai Penyuluhan Pertanian
(BPP) Mertoyudan menggelar pelatihan pembuatan JADAM Sulfur pada Rabu (21/5)
pukul 10.00–12.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh petani Kecamatan Mertoyudan,
petani milenial, dan mahasiswa dari Universitas Tidar (UNTID).
Acara dibuka dengan sambutan dari Koordinator BPP Mertoyudan yang menekankan pentingnya inovasi dalam praktik pertanian. Dilanjutkan oleh Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, yang mengapresiasi antusiasme peserta dalam mempelajari teknik pertanian organik.

JADAM Sulfur merupakan teknik
pertanian asal Korea yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada
pestisida kimia dengan menggunakan bahan-bahan alami. Dalam sesi teori, peserta
diberikan pemahaman mengenai manfaat JADAM Sulfur sebagai fungisida ramah
lingkungan yang efektif mengendalikan penyakit tanaman akibat cendawan.
Sesi praktik dipandu oleh tim
BPP Mertoyudan, di mana peserta diajarkan cara membuat JADAM Sulfur menggunakan
bahan-bahan seperti bubuk belerang 99%, soda api, garam krosok, dan air. Proses
pembuatan dilakukan dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri, dan
tanpa proses pemanasan, sehingga lebih aman dan efisien. Larutan yang
dihasilkan dapat digunakan dengan dosis 2 ml per liter air dan diaplikasikan
pada tanaman yang terserang penyakit pada pagi atau sore hari.
Dengan pelatihan ini,
diharapkan petani dapat memproduksi sendiri fungisida alami yang efektif dan
terjangkau, serta mendukung pertanian berkelanjutan di Kabupaten Magelang.