Kembali

Pelatihan Pengembangan Mikroba Nitrobacter dan Pembuatan Pestisida Nabati

Pelatihan Pengembangan Mikroba Nitrobacter dan Pembuatan Pestisida Nabati


Mungkid – Rabu, 16 Juli 2025, bertempat di BPP Kecamatan Mungkid, telah dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Mikroba Nitrobacter dan Pestisida Nabati, yang diikuti oleh perwakilan petani dari 16 desa di wilayah Kecamatan Mungkid. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani dalam pemanfaatan teknologi hayati untuk mendukung pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dibuka secara resmi oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan Mungkid, Ibu Dian, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pelatihan ini dalam menjawab tantangan pertanian wilayah, terutama terkait rendahnya produktivitas meski unsur hara tanah tinggi. Disampaikan bahwa salah satu penyebabnya adalah unsur hara yang tidak terserap tanaman dan justru menjadi residu. Oleh karena itu, penggunaan mikroba Nitrobacter diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penyerapan pupuk oleh tanaman Selain itu, biaya produksi yang tinggi akibat ketergantungan pada pestisida kimia juga menjadi perhatian. Pelatihan ini turut mengenalkan pestisida nabati (pesnab) sebagai alternatif pengendalian organisme pengganggu tanaman yang lebih murah dan ramah lingkungan.


Sambutan juga diberikan oleh Kabid Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Bapak Edy Cahya, yang menyampaikan pentingnya perubahan pola pikir petani agar tidak hanya fokus mencari pestisida, tetapi juga memahami penyebab timbulnya hama dan penyakit tanaman.

Acara inti diisi oleh Ibu Triana Purbandari, S.Tr., sebagai narasumber. Beliau memaparkan dua topik utama, yaitu:

  1. Teknologi Nitrobio untuk tanaman budidaya, dan
  2. Teknologi pestisida organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Pada sesi praktik, peserta diberikan pelatihan tentang cara pembuatan Nitrobacter, yang terdiri dari campuran tetes tebu, urea, air, dan garam krosok, kemudian difermentasi bersama biang Nitrobacter selama 5–7 hari sebelum diaplikasikan ke lahan. Produk ini juga dapat dikembangkan menjadi Nitrobio atau pestisida nabati. Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari wilayah binaan BPP Mungkid. Melalui pelatihan ini, diharapkan para petani dapat mengadopsi inovasi teknologi hayati secara mandiri dan menyebarkannya ke anggota kelompok tani lainnya, guna menciptakan pertanian yang lebih efisien, sehat, dan berkelanjutan.