A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 55
Function: _userAgent

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 17
Function: browser_user

File: /home/script/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/script/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd049/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 138

Backtrace:

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 138
Function: _error_handler

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 160
Function: _userAgent

File: /home/script/application/models/Counter_model.php
Line: 18
Function: os_user

File: /home/script/application/core/MY_App.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/script/application/modules/endfront/controllers/Berita__.php
Line: 7
Function: __construct

File: /home/skpd049/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

Distanpangan Kabupaten Magelang

PELATIHAN PENGGUNAAN MESIN TANAM PADI /RICE TRANSPLANTER DI LOKASI DEMPLOT PADI BP3K MUNGKID

Sun, 07 2016 dilihat: 67 kali

Peningkatan keterampilan petani dengan teknologi pertanian yang baru terus menerus dilakukan BPPKP Kabupaten Magelang. Salah satunya adalah pengenalan sekaligus praktek penggunaan alat mesin tanam padi (rice transplanter) pada petani-petani di Dusun Sikepan, Kelurahan Mendut Kecamatan Mungkid.

Kegiatan yang telah dilaksanakan pada hari Senin lalu tanggal 4 Juli 2016. Berlangsung pada lahan praktek yang merupakan lahan sawah lokasi demonstrasi plot (Demplot) yang terletak di Dusun Sikepan, Kelurahan Mendut ,Kec. Mungkid.

Mesin tanam ini mampu menyesuaikan jarak tanam sesuai dengan keinginan pengguna. Dalam praktek pola tanam yang digunakan adalah jajar legowo pola 2:1. Bibit padi yang pada saat tanam berumur 15 hari ditanam dengan pola jajar legowo 2:1 sedangkan varietas padi yang digunakan adalah ciherang. Yang memiliki karakterisitik anakan cukup banyak, 14 – 17 batang dan tahan terhadap hama wereng coklat biotipe 2 dan 3, tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri hawar daun (HDB) strain II dan IV. Selain itu juga jika dimasak maka rasanya enak dan pulen. Varietas ciherang ini merupakan produk persilangan yang dihasilkan dari Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementerian Pertanian RI.

Adapun pihak - pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut  selain Bapak Ir.Tri Wardoyo dari BPPKP dan Penyuluh-penyuluh BP3K Kecamatan Mungkid, hadir pula pengurus kelompoktani dan perwakilan petani dari tiap desa di Kecamatan Mungkid sebagai peserta kegiatan ini dan petugas dari BPTP.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Bapak Slamet ,A.Md beliau merupakan Koordinator BPPK Kec. Mungkid menyampaikan bahwa Kegiatan tanam padi dengan menggunakan mesin tanam merupakan salah satu bagian dalam rangka FFD ( Famer Field Day ) pelaksanaan Demplot Padi yang dibiayai dengan dana Dekon Tahun 2016 dengan Fasilitas FFD dan Bantuan Sarana Produksi. Dilanjutkan dengan sambutan Bapak Lurah Mendut. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa masyarakat Kelurahan Mendut menyambut baik kegiatan ini dan siap mengawal dan mendukung kegiatan Demplot BP3K Kec. Mungkid.

Acara dilanjutkan dengan paparan Bapak Ir.Tri Wardoyo yang merupakan penyuluh senior Kabupaten Magelang. Beliau menyampaikan tentang pentingnya penggunaan alsintan (alat mesin pertanian) dalam berusahatani. Modernisasi pertanian dengan menggunakan alat mesin pertanian mutlak dilakukan, hal ini dikarenakan tenaga tanam sudah makin langka. Tidak adanya regenerasi merupakan penyebab utama. Selain itu ongkos tenaga kerja juga semakin mahal, sehingga menambah biaya usaha tani dan waktu serta kemampuan menanam yang terbatas apabila hanya dilakukan secara manual.

Setelah pertemuan ditutup, maka sessi berikutnya adalah praktek penggunaan alat. Praktek ini dipandu oleh fasilitator dari BPTP dan Penyuluh kecamatan Mungkid. Peserta dikenalkan dengan alat tersebut dan selanjutnya beberapa peserta mencoba operasional alat ini.