Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao


Created At : 2022-01-06 00:00:00 Oleh : Dian Rakhmawati H Informasi Publik Dibaca : 9730

Wilayah Kabupaten Magelang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta Kulon Progo yaitu Desa Bigaran, Kecamatan Borobudur mulai dirintis sejak tahu 2000-an untuk membudidayakan kakao. Kakao merupakan tanaman sepanjang tahun/tahunan yang sedikit sekali petani perkebunan yang membudidayakannya secara intensif. Mereka hanya menanam di pekarangan/ kebun tanpa dirawat dengan baik.
Mulai tahun 2015 ke atas, melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, komoditas perkebunan tersebut mendapat perhatian bidang perkebunan kabupaten maupun provinsi. Budidaya kakao yang seadanya perlu diberikan bimbingan dan pendampingan supaya produksi meningkat.

Salah satu kendala peningkatan produksi adalah serangan hama penyakit pada tanaman kakao yang cenderung dibiarkan oleh petani setempat. Hama utama yang menyerang adalah serangga penggerek buah kakao (PBK). Serangga penggerek buah kakao ini sejenis larva/ulatnya yang infektif (menyerang) sedangkan dewasanya (imago) tidak menyerang.

Gejala serangan hama penggerek buah kakao adalah buah masak awal, warna tidak merata belang kuning hijau dan jika buah digoyang tidak berbunyi.

 

 

Gambar gejala awal serangan penggerek buah kakao


bila buah dibelah akan tampak khas bekas gerekan larva, biji-biji kakao saling melekat/lengket dan berwarna kehitaman Biji tidak berkembang, berukuran kecil dan tidak bernas.

Larva berwarna putih kekuningan, panjang 12 mmstadia larva 15-18, pupa berwarna coklat, panjang 6-7 mm. Ngengat  berwarna  dasar  cokela t , pada  sayap  depan  terdapat  pola zigzag  berwarna  putih  Siang  hari  berse mbu nyi  pada  tempat  ya ng  terlindung  dar i  sinar ma tahar i  Hidup sela m a 7 - 8 hari Perkembangan telur sampai dewasa sekitar 27 - 34 hari.

Cara Pengendaliannya :

1. Pemangkasan yang tepat

Dengan pemangkasan yang tepat, maka serangan PBK akan menurun dan produksi meningkat.

2. Penyarungan buah atau sarungisasi Dengan menyarungi buah, bukan membungkus buah, yaitu plastik yang berlubang atas bawah dan diberi karet di bagian atas. Gunakan plastik yang agak tebal, ketebalannya minimal 0,3 mm.

3. Mengolesi buah yang masih muda dengan agens hayati Beauveria bassiana.

Sebelum melakukan sarungisasi, buah yang masih muda dan belum ada tanda-tandda/gejala terserang hama PBK, sebaiknya diolesi dengan agens hayati jamur beauveria bassiana. Metode ini dilakukan untuk mencegah peletakan telur dan penetasan telur PBK.

 

 

 

Gambar Buah Kakao yang disarungisasi dengan plastik tipis 0,2 mm

 

Gambar buah kakao disarungisasi dengan plastik tebal 0,4 mm


Pemasangan perangkap kuning yang diberi Methyl Eugenol

 

Gambar visual perangkap kuning

 

                                                                                         (Dian POPT, Magelang)

GALERI FOTO

Agenda

Tidak ada acara