Penyakit-Penyakit Akibat Jamur dan Virus yang Mengancam Tanaman Pepaya di Kecamatan Mungkid


Created At : 2022-12-21 00:00:00 Oleh : Dian R.H, POPT Magelang Informasi Publik Dibaca : 94

Cuaca yang tidak menentu membuat situasi iklim mikro di pertanaman juga berpengaruh. Hal ini mengakibatkan tanaman mudah terserang hama dan penyakit yang seharusnya tidak banyak menyerang di musim kemarau. Musim tanam April-September yang biasanya cenderung banyak panas dan kering, sebaliknya yang terjadi banyak hujan dan basah/kelembaban tinggi. Kondisi ini memicu perkembangan penyakit akibat jamur pathogen.

Hasil dari pengamatan keliling tanaman hortikultura di kecamatan Mungkid antara lain di desa Pagersari, Pabelan, Paremono, Bojong dan sekitarnya,menunjukkan peningkatan penyakit akibat jamur diantaranya jamur antraknosa dan Phytoptora.

Tanaman pepaya yang merupakan tanaman sepanjang tahun akan terkena dampaknya oleh lingkungan pertanaman dengan kelembaban tinggi. Sesuai dengan hasil pengamatan keliling oleh petugas, bahwa pada tanaman pepaya khususnya di desa Pagersari mengalami pembusukan sedikit demi sedikit. Gejala awal dapat dilihat pada daun yang menguning. Daun pepaya lama kelamaan akan mengalami keguguran. Namun tidak hanya menyebabkan keguguran daun, penyakit ini juga merambat dan menular ke buah.

Buah pepaya sebagai produk yang dihasilkan oleh tanaman pepaya terkena penyakit yang disinyalir akibat patogen jamur. Ada beberapa jenis jamur yang telah teridentifikasi menyerang tanaman pepaya khususnya buah. Jamur patogen yang pertama adalah Colletotricum gloesporioides penyebab antraknosa pada buah. Gejala yang tampak, awalnya ada lekukan atau lesion basah pada buah, luka titik hitam yang lama kelamaan membesar dab busuk cekung ke arah dalam buah.

Jamur pathogen yang kedua adalah Phytophthora parasitica, jamur ini menurut beberapa peneliti, tergolong ganggang, oleh karena itu pengendalian yang dilakukan tidak efektif  jika menggunakan fungisida/bahan aktif anti jamur. Gejala yang terjadi awalnya ada gejala transparan (jaringan lunak) lama kelamaan menjadi keras dan membusuk. Gejala busuk kemudian semakin parah sehingga muncul massa jamur berwarna putih yang terdiri atas hypha dan miselium (lihat gambar gejala).

Pengendalian kedua jamur ini yang utama adalah

·       perbaikan irigasi, jarak tanam 2-3 m x 3 m,

·       memusnahkan daun dan buah yang bergejala,

·       hindari tumpang sari dengan tanaman inang alternatif antraknosa (cabai, mangga, pisang, ubi kayu).

·       Penggunaan fungisida di lapang dengan bahan aktif Manzeb.

·       Penggunaan larutan bubur bordeaux pada serangan penyakit Phytophtora parasitica

Pengendalian untuk virus kuning

·       Usahakan tidak menanam pepaya di dekat sentra tanaman cabe dan terong

·       Menanam tanaman border atau refugia untuk menarik predator atau parasitoid

·       Sanitasi lahan untuk mengendalikan gulma yang menjadi inang vektor virus kuning

·       Menggunakan insektisida kutu kebul/kutu yang menjadi vektor yang dianjurkan


Gambar Gejala Buah terserang Phytophtora parasitica


Gambar Gejala Buah terserang Phytophtora parasitica


Gambar Gejala Buah Terserang Antraknosa



Gambar Daun Pepaya Terserang Virus Kuning (Famili Begomovirus), Sama dengan virus yang menyerang Cabe


GALERI FOTO

Agenda

Tidak ada acara