Kembali

PERTEMUAN PENYUSUNAN ANALISIS SISTEM PERINGATAN DINI KEWASPADAAN PANGAN DAN GIZI


Jum'at (02/05/2025) telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Penyusunan Analisis Sistem Peringatan Dini Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) bertempat di Aula I Distan dan Pangan. Pertemuan ini dihadiri oleh anggota Tim penyusun SKPG yang berasal dari Dinas Kesehatan, Disdagkop dan UKM, BPBD serta unsur terkait pada Distan dan Pangan (Bidang TPH, Bidang KP). Tujuan dari dilaksanakan rapat ini adalah melakukan koordinasi penyusunan analisis SKPG dan pembahasan hasil analisa SKPG.

Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) merupakan salah satu instrumen/alat deteksi dini terhadap situasi pangan dan gizi suatu wilayah. Tujuan penyusunan SKPG yaitu memberikan informasi situasi pangan dan gizi dan menyusun rekomendasi kebijakan ketahanan pangan dan gizi. Sumber Data dalam penyusunan SKPG sebagai berikut :

a.    Data luas tanam padi dan luas puso : Statistik Pertanian (Bidang TPH)

b.    Data harga beras : Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM

c.     Data penimbangan balita : Dinas Kesehatan.

Pengumpulan data indikator disepakati sebagai berikut  :

a.    Data luas tanam padi dan luas puso : maksimal tanggal 15 bulan berikutnya

b.    Data harga beras : maksimal tanggal 10 bulan berikutnya

c.     Data penimbangan balita : maksimal tanggal 20 bulan berikutnya


Tahapan penyusunan analisis setelah pengumpulan data adalah pengolahan dan analisis data untuk mengetahui indikator pada bulan berjalan menunjukkan indikasi telah terjadi atau memberi tanda-tanda akan terjadinya masalah pangan dan atau masalah gizi. Hasil analisis situasi pangan dan gizi dapat menunjukkan apakah suatu wilayah dalam kondisi aman, waspada atau rentan.Analisis SKPG dapat dilaksanakan secara manual oleh kabupaten/kota dengan menggunakan dashboard excel, selain itu juga pelaporan melalui web skpg.badanpangan.go.id.