Salak, Komoditas Buah Andalan Kabupaten Magelang yang Menembus Dunia


Created At : 2023-11-28 00:00:00 Oleh : Tim PPID Distan Pangan Informasi Publik Dibaca : 80

 

        Salak merupakan salah satu komoditas buah unggulan Kabupaten Magelang. Komoditas ini banyak dibudidayakan di Kecamatan Srumbung dengan luas pertanaman salak sekitar 1.644 ha dengan rincian kebun salak yang sudah berproduksi sekitar 1.2499 ha sedangkan yang belum berproduksi sekitar 395 ha. Produktivitas salak di Kecamatan Srumbung berkisar antara 15 – 20 ton / ha / tahun atau 6 – 8 kg / ha / tahun. Terletak di lereng Gunung Merapi, memberikan keuntungan secara geografis, kondisi tanah yang mengandung banyak bahan organik dan berpasir, dapat menyimpan air tanpa mudah menggenang, dan tingkat pH tanah yang cenderung netral, juga mendukung untuk perkebunan Salak di daerah tersebut. Selain itu, ketinggian tanah berada pada 500 - 800 m dpl menjadikan tanaman salak dapat berbuah dengan baik.


 

Sebagian besar salak yang dibudidayakan di Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang adalah salak lokal atau khas daerah, yaitu salak Nglumut, dinamakan Salak Nglumut karena pertama kali ditanam dan tumbuh di Desa Nglumut, Srumbung, Kabupaten Magelang. Beberapa ciri salak Nglumut antara lain adalah bentuk buahnya segitiga atau bulat telur terbalik dengan pangkal meruncing, kulit buahnya bersisik tersusun seperti genting pendek dan berwarna coklat kekuningan, serta dinding bagian dalam kulit berserat dan dagingnya berwarna putih kekuningan. Saat buah salak nglumut masih muda, rasanya manis keasaman dan setelah tua rasanya manis. Jumlah biji dalam setiap buah sekitar 2-3. Bijinya berwarna coklat, keras, dan memiliki sisi cembung dan datar. Ukuran buah cukup besar, panjang antara 2,5 - 8 cm dan berat sekitar 70 gr/buah. Jumlah buah per tandan antara 10-50 buah.


Salak Nglumut memiliki cita rasa yang segar dan manis. Keunggulan rasa inilah yang menarik konsumen untuk mengkonsumsi salak Nglumut ini. Konsumen yang tertarik tidak hanya lokal atau nasional bahkan mencapai ke mancanegara.

 

Kamboja dan Eropa menjadi negara tujuan ekspor salak ini. Namun untuk salak kualitas ekspor mempunyai kriteria khusus seperti tingkat kematangan 60-70%, dengan berat buah minimal 50 gram, isi buah simetris dengan jumlah 3 dan buah tidak terkena jamur dan lalat buah. Sedangkan untuk kualitas super market antara lain tingkat kematangan 80-90% dengan besar buah minimal 100 gram. Periode salak Kecamatan Srumbung diekspor ke Kamboja setiap seminggu sekali dengan kuantitas rata-rata sekitar 10 ton sedangkan untuk ke Eropa khususnya negara Jerman setiap sebulan sekali dengan rata-rata sekitar 200 kg.


 



GALERI FOTO

Agenda

Tidak ada acara