Pengembangan agribisnis tidak terlepas dari pengambilan keputusan dalam pemilihan sistem pertanian dan teknologi produksi pertanian. Untuk itu peneliti teknologi pertanian adalah sumber informasi yang sangat penting, tidak hanya sebagai sumber informasi teknologi tetapi juga sebagai sumber informasi pasar dan resiko. Itulah sebabnya sangatlah penting kerjasama yang sinergis antara lembaga penyuluhan dalam hal ini penyuluh sebagai agen penyampai informasi dengan lembaga penelitian sebagai penemu teknologi untuk menjalin informasi yang up to date tentang hasil-hasil penelitian pertanian yang menghasilkan teknologi baru yang tepat guna dan dapat diiplemantasikan oleh pelaku utama dalam pengembangan agribisnisnya yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatannya.

Menurut Ir. Budi Setiyo, MM Kasie Kelembagaan dan Promosi pada Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Magelang, dalam rangka untuk meningkatkan kerjasama antara penyuluh dengan peneliti dalam sebuah sinergi dalam implementasi teknologi di tingkat pelaku utama inilah maka pada tanggal 27 April 2017 yang lalu Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Magelang menggelar “Temu Teknologi Penyuluh – Peneliti” di Aula Dinas (eks BPPKP) di Srowol. Acara ini diikuti oleh 160 orang penyuluh baik penyuluh PNS maupun THL-TBPP dari 21 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan se-Kabupaten Magelang. Dari lembaga penelitian menghadirkan dua orang peneliti dari BPTP Jawa Tengah yaitu Ir. Muryanto, MSc dan Sugiyono, SPt serta satu orang peneilti dari Balibangda Provinsi Jawa Tengah Ir. Sriyanto, MSc. Teknologi yang diangkat adalah Teknologi Probiotik Untuk Pertanian Organik. Dalam temu teknologi ini selain disampaikan secara teori juga dilakukan praktek agar transfer teknologi yang dilakukan menjadi lebih dikuasai oleh para penyuluh. Setelah menguasai teknologi tersebut penyuluh sebagai agen informasi kemudian akan menyampaikan dan melakukan pendampingan kepada para pelaku utama di wilayah binaan masing-masing untuk selanjutnya dapat diiplementasikan dalam usaha agribisnisnya. Jadi temu teknologi ini diharapkan dapat menjadi jembatan dalam implementasi teknologi baru hasil penelitian di tingkat pelaku utama melalui agen penyampai informasi yaitu penyuluh.