Dalam rangka Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2025, Balai Pelatihan Pertanian (BAPELTAN) Jawa Tengah mengundang perwakilan Pejabat Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota se-Jawa Tengah yang menangani Peningkatan SDM Pertanian dan Pengurus Forum Komunikasi Purnawidya (Korwil FK) dalam acara Workshop Manajemen Pelatihan pada hari Kamis - Jum’at 23-24 Januari 2025. Dalam kesempatan itu dilaksanakan Paparan Kegiatan Bapeltan TA. 2025 dari semua bidang di Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Jawa Tengah, serta dilaksanakan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan tahun 2025. Tujuan dari kegiatan Koordinasi, Perencanaan dan Evaluasi Kegiatan adalah Menyelaraskan pemahaman terkait mekanisme pengiriman peserta pelatihan, Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dari masing-masing kabupaten/kota, Menentukan alokasi kegiatan pelatihan dan bimbingan teknis secara efektif dan tepat sasaran, Meningkatkan koordinasi untuk memastikan keberhasilan program pelatihan.
    Semua peserta pelatihan dipilih dengan dasar sinergi antar bidang dan antar kegiatan/ lintas sektora. Oleh karena itu pengiriman peserta pelatihan maupun peserta Bimbingan Teknis ada anggota kelompok tani/ petani yang yang menjadi CPCL kegiatan-kegiatan bidang yaitu Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, Penyuluhan Pascapanen dan Bina Usaha. Diharapkan dengan sinergi ini peserta pelatihan selain mendapatkan dukungan sarana prasarana kegiatan juga mendapat bimbingan skill keterampilan dan peningkatan kapasitasnya.
Adapun pelatihan-pelatihan diantaranya Pelatihan Agribisnis Tanaman Pangan–Padi, Pelatihan Agribisnis Petani Milenial (Smart Farming & Integrated Farming), Pelatihan Agribisnis Hortikultura (Cabai, Bawang Merah dan Sayuran), Pelatihan Agribisnis Perkebunan (Barista), Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik dan Agensia Hayati, Pelatihan Budidaya Tembakau, Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, Pelatihan Manajemen Agribisnis, Pelatihan Mekanisasi, Modernisasi dan Digitalisasi Komoditas Tembakau, Pelatihan Pascapanen Tembakau, Bimbingan Lanjutan dan Evaluasi Pasca Pelatihan. Secara keseluruhan, pelatihan-pelatihan ini tidak hanya membekali petani dengan keterampilan teknis, tetapi juga membantu beradaptasi dengan tantangan agribisnis modern, seperti keberlanjutan lingkungan, efisiensi produksi, dan pengelolaan hasil yang bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan yang holistik dan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing petani sekaligus memajukan sektor agribisnis di tingkat lokal maupun nasional.
Kegiatan Unggulan di tahun 2025 antara lain Pekan Agro dan Digitalisasi Inovasi, Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik, Bimbingan Teknis Pengolahan Hasil, Magang Petani dan Pelajar, Optimalisasi Peran Fk Purnawidya.
Dengan indikator utama Meningkatnya pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap SDM Pertanian dan Optimalisasi capaian sasaran teknis untuk SDM pertanian.
Balai Pelatihan Pertanian mempunyai tujuan utama yaitu peningkatan kapasitas sumber daya manusia Pertanian dan Perkebunan melalui pengembangan dan pemberdayaan dengan pendekatan 4 (empat) sub sistem : Pendekatan Sub Sistem Pelatihan, Pengembangan Model – Model Pemberdayaan Melalui Sub Sistem Pengkajian Pengembangan SDM, Pertanian dengan Cakupan Sasaran Petani dan Petugas Pertanian Meliputi 35 Kabupaten/Kota diwilayah Provinsi Jawa Tengah pendekatan Sub Sistem Penyuluhan Pendekatan Fasilitasi.
Sebagai pelaksana tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu di bidang pelatihan pertanian, bimbingan dan pelayanan teknis, pada tahun 2025 Balai Pelatihan Pertanian melaksanakan Penyusunan rencana teknis operasional di bidang pelatihan pertanian dan perkebunan, bimbingan dan pelayanan teknis, Koordinasi dan pelaksanaan teknis operasional di bidang pelatihan pertanian dan perkebunan, bimbingan dan pelayanan teknis, Evaluasi dan pelaporan di bidang pelatihan pertanian dan perkebunan, bimbingan dan pelayanan teknis, Pengelolaan ketatausahaan, Penyusunan rencana teknis operasional di bidang pelatihan pertanian dan perkebunan, bimbingan dan pelayanan teknis.


